Harga Minyak Mentah WTI Susah Naik Karena 3 Peristiwa Ini

Harga Minyak Mentah WTI Susah Naik Karena 3 Peristiwa Ini

Senin, 30 September 2019 14:00:50 WIB
Harga minyak mentah WTI Senin siang ini (30/9) bergerak di kisaran $55 per barel. Harga susah untuk naik ke atas $60 per barel padahal suplai minyak terancam terganggu pasca serangan drone ke instalasi produksi minyak mentah Saudi Aramco.

Harga minyak mentah sempat melejit ke area $63 per barel sesaat setelah bom meledak di kilang produksi minyak Saudi. Tapi tidak perlu menunggu berhari-hari, harga minyak mentah segera turun dan menyentuh kisaran $54 per barel.

OPEC yang dimotori oleh Arab Saudi, bersama dengan negara produsen minyak mentah lain di luar OPEC seperti Rusia telah berusaha menaikan harga minyak mentah dengan memangkas produksi sejak tahun 2016.

Ada 3 peristiwa yang mendorong harga minyak mentah WTI susah untuk naik belakangan ini:

1. Perang dagang yang belum usai.
Perang dagang melibatkan dua negara dengan perekonomian terbesar dunia. Masing-masing pihak saling menaikan tarif atau bea masuk barang impor yang menyebabkan harga barang-barang impor meningkat dan otomatis menaikan harga di tingkat konsumen yang berakibat berkurangnya permintaan untuk barang tersebut dan akhirnya mengurangi aktivitas produksi dan ekonomi lain yang terkait sehingga berpotensi terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi. Penurunan aktivitas ekonomi biasanya menurunkan permintaan terhadap komoditi energi seperti minyak mentah. Permintaan yang berkurang berpotensi menurunkan harga komoditi tersebut. Pelambatan ekonomi dari dua negara besar tentu akan merembet ke negara-negara yang berhubungan dengan kedua negara tersebut sehingga pelambatan ekonomi menjadi meluas.

2. Produksi Saudi Aramco segera kembali normal di Oktober ini.
Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa produksi di Saudi Aramco akan kembali normal di Oktober ini. Pemulihan produksi yang cepat menurunkan potensi gangguan suplai. Dan kalau suplai tidak terganggu, harga minyak mentah pun tidak jadi naik. Saudi Aramco kehilangan 5,7 juta barel per hari pasca dibom oleh pemberontak Houthi. Padahal kapasitas produksi sebelumnya adalah 9,8 juta barel per hari. Sementara kapasitas penuh produksi Aramco adalah 11,3 juta barel per hari dan akan dinaikan menjadi 12 juta barel per hari pada akhir November 2019.

3. Arab Saudi mengumumkan gencatan senjata parsial terhadap pemberontak Houthi.
Gencatan senjata adalah hal yang di luar dugaan oleh sebagian pelaku pasar, apalagi ini diumumkan oleh pihak yang diserang yaitu Arab Saudi. Memang pasca serangan drone, Arab Saudi beserta sekutunya Amerika Serikat tidak merespon dengan tindakan militer yang berlebihan. Keduanya lebih memilih kecaman verbal dan tindakan politik. Sikap Arab Saudi dan AS ini tentunya meredam ketegangan di Timur Tengah. Dan ketegangan yang mereda di wilayah produsen minyak mentah mengurangi potensi terganggunya suplai minyak dari kawasan ini. Suplai yang tidak terganggu, harga minyak bertahan stabil.



(art)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search