Harga Minyak Terancam oleh Limpahan Stok Iran

Harga Minyak Terancam oleh Limpahan Stok Iran

Rabu, 02 Oktober 2013 13:09:13 WIB

Monexnews - Dinamika politik tidak bisa lepas dari pergerakan harga komoditi, khususnya minyak mentah. Walaupun eskalasinya mereda, isu Timur Tengah dipastikan masih berisiko menciptakan gejolak harga. Setelah masalah Syria berangsur sepi, muncul lagi isu ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran. Topik utamanya masih sama, yaitu upaya pelucutan sumber nuklir yang sejak lama dikembangkan oleh pemerintah Teheran. Bukannya berdampak pada kenaikan harga, potensi sanksi blok barat terhadap perekonomian Iran justru bisa berakibat pada penurunan harga. Menurut Tim Analis Morgan Stanley, sanski apapun terhadap Iran bisa mendorong negara itu untuk melepas cadangan minyaknya dalam jumlah besar. Keputusan pelepasan suplai ke pasar pada akhirnya akan berdampak pada pelemahan harga. Selain karena alasan pemasukan nasional, pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar adalah senjata untuk mengganggu stabilitas pasar. Morgan Stanley lebih khawatir dengan jumlah cadangan minyak Iran ketimbang hasil produksi hariannya. Mengingat volumenya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kapasitas produksi di beberapa kilang utama. "Kami perkirakan Iran akan menutup tahun dengan kapasitas cadangan mencapai 110 juta barel. Sejak awal tahun 2013, Iran sudah menimbun 23 juta barel dan akan menambah 2.2 juta barel dari hasil penambangan lepas pantai di bulan Oktober," urai Morgan Stanley dalam rilisnya. Walaupun jika nantinya 25 juta barel minyak terjual kepada pihak pembeli, pesatnya laju produksi Iran akan langsung menutupi kekurangan itu. Keseimbangan suplai minyak dunia dapat terganggu karena besarnya total produksi Iran setiap tahun. Harga minyak sempat melonjak dalam beberapa pekan terakhir dan sempat menjajaki posisi $110 per barel. Kenaikan harga yang terjadi secara drastis lebih banyak dipicu oleh risiko penurunan suplai dari negara-negara produsen terbesar dunia. Ketegangan politik di Syria bahkan sukses menjaga minyak tetap di posisi tinggi padahal negara ini tidak ada dalam daftar eksportir komoditi penting. Harga minyak mentah kini terpantau di level $101.56 per barel. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search