Harga Minyak Turun ke $57.83 Karena Meredanya Kekhawatiran Suplai

Harga Minyak Turun ke $57.83 Karena Meredanya Kekhawatiran Suplai

Selasa, 21 Januari 2020 16:26:03 WIB
Harga minyak turun hampir 1% pada hari Selasa (21/1) ke level rendahnya di $57.83 per barel (hingga pukul 16:18 WIB) karena investor perkirakan produksi minyak Libya pada akhirnya akan kembali setelah adanya force majeur yang dinyatakan oleh eksportir minyak di dua kilang terbesar di Libya di tengah aksi blokade militer.

Menurut analis dari salah satu broker internasional, situasi di Libya sempat memberikan dorong naik harga minyak, namun reli gagal karena masih adanya ekspektasi bahwa produksi minyak Libya pada akhirnya akan kembali ke level normal.

Dua kilang besar di barat daya Libya mulai ditutup pada hari Minggu setelah jalur pipa ditutup, berpotensi memangkas produksi minyak nasional menjadi sebagian kecil dari tingkat normal, ungkap National Oil Corp (NOC).

Sebuah dokumen yang dikirim ke trader minyak dan dilihat oleh Reuters pada hari Senin mengatakan bahwa NOC telah menyatakan force majeur, pengabaian kewajiban kontrak, pada pemuatan minyak dari kilang El Sharara dan El Feel di barat daya Libya.

Jika ekspor minyak Libya terhenti untuk periode yang berkelanjutan, tangki penyimpanan akan terisi dalam beberapa hari dan produksi akan melambat menajdi 72.000 barel per hari, ujar juru bicara NOC. Libya telah memproduksi sekitar 1.2 juta barel per hari akhir-akhir ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search