Kilang Minyak Arab Saudi Diserang, Harga Minyak Melesat Naik ke $55.72/Barel

Kilang Minyak Arab Saudi Diserang, Harga Minyak Melesat Naik ke $55.72/Barel

Senin, 19 Agustus 2019 14:07:34 WIB
Harga minyak melambung tinggi pada hari Senin (19/8), mencapai level $55.72/ barel karena pasar merespon serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada akhir pekan lalu oleh para pemberontak Yaman. Selain itu sentimen lainnya adalah mulai meredanya tensi dagang antara AS dengan Tiongkok.

Hanya, penguatan harga minyak terlihat terbatas karena laporan pesimis dari OPEC yang memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan dalam permintaan minyak. OPEC mengurangi perkiraan pertumbuhan permintaan minyak mentah global di tahun 2019 sebesar 40.000 barel per hari menjadi 1.10 juta barel per hari dan mengindiksikan suplai pasar akan sedikit surplus di tahun 2020.

Analis pasar dari salah satu broker global mengatakan bahwa harga minyak diuntungkan optimisme pasar dari meredanya skenario perang dagang. Selain itu adanya serangan sebuah drone terhadap fasilitas minyak dan gas milik Arab Saudi mengingatkan pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih bisa terjadi setiap saat.

Sebuah serangan drone oleh kelompok Houthi Yaman di ladang minyak wilayah timur Arab Saudi pada hari Sabtu (17/8) menyebabkan ledakan di sebuah pabrik gas. Kondisi tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Hanya, perusahaan minyak Aramco yang dimiliki oleh pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa sementara ini produksi minyak tidak terpengaruh.

Sementara itu dari AS, penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa para wakil dagang dari Amerika Serikat dan Tiongkok akan berbicara kembali dalam 10 hari ke depan. Dan dia optimis bahwa perang dagang dapat berakhir jika pembicaraan berjalan lancar.

Namun, Presiden AS Donald Trump tampaknya kurang optimis dibandingkan para pembantunya mengenai tercapainya kesepakatan dagang dengan Tiongkok, dengan mengatakan bahwa meskipun dia yakin Beijing siap untuk mencapai kesepakatan, dia belum siap untuk membuat kesepakatan.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search