Menteri Energi Arab Saudi : Rusia Berjanji Akan Tingkatkan Laju Pengurangan Produksi

Menteri Energi Arab Saudi : Rusia Berjanji Akan Tingkatkan Laju Pengurangan Produksi

Selasa, 29 Januari 2019 16:25:47 WIB
Menteri energi Arab Saudi berharap Rusia akan berusaha keras setelah baru-baru ini sepakat untuk pengurangan produksi minyak OPEC meskipun memulai dengan lambat, menunjukkan keyakinan pada hari Senin bahwa eksportir terbesar kedua di dunia akan menjalankan kebijakan tersebut.

Khalid al-Falih, menteri energi Arab Saudi mengatakan pada acara Hadley Gamble CNBC di Riyadh pada hari Senin bahwa kami berdua berkomitmen terhadap kesepakatan di Desember. Semua indikasi sejauh ini berjalan cukup baik, Rusia telah berjanji kepada saya bahwa mereka akan meningkatkan kecepatannya.

Para anggota OPEC, bersama dengan beberapa negara lainnya, di bulan Desember sepakat untuk mengurangi total produksi sebesar 1.2 juta barel per hari dalam upaya untuk membendung turunnya harga dan mendukung ekonomi mereka sendiri yang bergantung pada ekspor minyak. "OPEC Plus" yang mengacu pada kerja sama kelompok dengan produsen non-OPEC seperti Rusia dan negara-negara bekas Soviet lainnya.

Sebelumnya Rusia terlihat enggan untuk mengurangi produksi, karena pertumbuhan ekonomi mereka sangat bergantung pada ekspor minyak mentah.

Rusia awalnya membiarkan Arab Saudi memikul sebagian besar pengurangan produksi. Namun sekutu OPEC tertas, pada akhir 2016 memulai perjanjian kerja sama dengan Riyadh untuk menstabilkan harga minyak, seiring mengatakan bahwa harga $60 per barel sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Moskow pada bulan Desember mengatakan bahwa mereka akan mengurangi produksi sebesar 50.000 hingga 60.000 barel per hari di Januari, dimana Arab Saudi dilaporkan berjanji untuk memangkas 900.000 barel per hari jika dibandingkan dengan level November.

Rusia memompa ke rekor tertinggi di 11.45 juta barel per hari di Desember, naik 80.000 barel per hari dari bulan sebelumnya, ditunjukkan dalam laporan Menteri energi Rusia pada awal Januari. Sebaliknya, Arab Saudi mengurangi produksi, turun lebih dari 450.000 barel per hari dari November hingga Desember.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search