Minyak Berakhir Di Level Rendah 2 Tahun Karena Melimpahnya Pasokan

Minyak Berakhir Di Level Rendah 2 Tahun Karena Melimpahnya Pasokan

Kamis, 16 Oktober 2014 03:03:02 WIB

Monexnews - Minyak berjangka patokan berakhir di level terendah multi tahunan pada hari Rabu, merayap lebih rendah di tengah aksi jual secara luas di pasar ekuitas AS yang telah mengirim investor untuk memburu aset aman seperti obligasi pemerintah.

Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet berjangka untuk pengiriman November turun sebanyak enam sen, atau 0.1%, untuk settle di $81.78 per barel. Itu adalah settlemen terendah dari minyak yang di perdagangkan di New York sejak 28 Juni 2012. Harga telah merosot sebesar 4.7% dalam tiga sesi terakhir.

Minyak Brent pengiriman November di bursa ICE Futures turun $1.26, atau 1.5%, untuk berakhir di $83.78 per barel. Itu adalah penutupan terendah Brent sejak 23 November 2010.

Kedua harga minyak patokan bergerak sedikit fluktuatif selama sesi perdagangan. Gambaran terhadap investor mungkin tidak menjadi jelas. dengan level rendah baru yang menarik beberapa bargain hunter namun ketakutan atas suplai yang melimpah serta permintaan yang lesu juga menjaga harga tetap rendah.

"Kita akan menjadi seperti ini untuk sementara waktu, setidaknya sampai kita mendengar sesuatu dari

OPEC," kata Matt Smith, seorang analis di Schneider Electric.

Pasar minyak telah membukukan serangkaian level terendah baru akhir-akhir ini pada kecemasan tentang kelesuan konsumsi minyak global dan produksi yang melimpah. Pada hari Selasa, International Energy Agency memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan permintaan minyak ke level terendah dalam lima tahun.

Negara-negara kunci di OPEC, seperti

Arab Saudi dan Kuwait baru-baru ini, telah mengatakan bahwa mereka telah berikan diskon pada harga minyak mereka dan tidak berencana untuk mengurangi produksi, mereka lebih cenderung menjaga pangsa pasar daripada menstabilkan harga minyak.

Dengan harga yang tetap rendah pada saat ini dan level produksi yang tidak berubah, para kartel mungkin berharap untuk mengurangi biaya produksi yang tinggi dari tempat-tempat seperti AS, mencapai harga yang lebih tinggi pada akhirnya, dan menjaga permintaan minyak, tambah Smith.


(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search