Minyak Cetak Penguatan Sebesar 12% Selama Lima Sesi Beruntun

Minyak Cetak Penguatan Sebesar 12% Selama Lima Sesi Beruntun

Jum'at, 17 April 2015 03:28:13 WIB

Monexnews - Harga minyak mentah menepis pelemahan sebelumnya di hari Kamis untuk mencapai kenaikan selama lima sesi yang lebih dari 12% karena kenaikan suplai minyak mentah mingguan AS yang lebih kecil dari perkiraan yang dipandang sebagai tanda-tanda perlambatan dalam produksi AS.

Para trader juga mencerna rincian dari laporan minyak bulanan terbaru dari

OPEC, yang termasuk ekspektasi untuk kenaikan permintaan untuk minyak yang dihasilkan kelompok tersebut.

Harga minyak pengiriman bulan Mei menguat 32 sen, atau 0.6%, untuk berakhir di $56.71 per barel di Nymex, itu adalah level tertinggi baru untuk tahun ini. Pada hari Rabu, harga naik 5.8% setelah laporan pemerintah AS menunjukkan kenakan dalam cadangan minyak mentah mingguan yang kurang daru setengan yang pasar lihat.

Pada basis teknikal, harga minyak Nymex yang menembus level $55 pada hari Rabu "untuk menyelesaikan dasar teknis utama," ucap Colin Cieszynski, kepala analis pasar di CMC Markets kepada MarketWatch.

Penurunan harga minyak pada hari Kamis adalah sebuah "pengujian yang umum" dari titik breakout dan pengujian kembali itu sukses, katanya. Para penjual telah membersihkan posisi mereka dan menilai sendiri bawah saat ini tren sedang naik.

Namun, reli pada hari Rabu adalah "berlebihan" ucap Cieszynski, terutama dalam mempertimbangkan bahwa International Energy Agency "menaikan perkiraan suplai yang banyaknya hampir sama dengan perkiraan permintaan." Pertumbuhan produksi OPEC juga kemungkinan akan lebih daripada imbangi setiap penurunan di dalam output AS, tambahnya.

Sementara itu, OPEC pada hari Kamis mengatakan bahwa permintaan untuk minyak mentah mereka sendiri naik tipis menjadi 29.3 juta barel perhari di tahun 2015. Pada saat yang sama, permintan suplai dari non OPEC akan turun sekitar 165,000 barel perhari, kata mereka. OPEC juga perkirakan bahwa ledakan dalam suplai minyak AS hanya akan sampai akhir tahun ini.

Pada pertemuan terakhir di bulan November, OPEC memutuskan untuk tidak memangkas produksi walaupun harga minyak telah anjlok tajam, yang pada akhirnya harga terjun bebas lebih dari 50% untuk tahun 2014. Iran akhir-akhir ini menyerukan kepada OPEC untuk memangkas produksi.

Fawad Razaqzada, analis teknikal di FOREX.com mengatakan bahwa terbukti, para spekulan mungkin berpikir-pikir bahwa hari yang buruk mungkin akan segera terlewati dan mungkin juga diperkirakan akan melihat penurunan dengan segera dalam output minyak AS setelah penurunan jumlah rig secara bulanan.

Fawad Razaqzada mengatakan bahwa namun jika sanksi terhadap minyak Iran dicabut, kita akan kembali ke titik awal karena Teheran pasti akan mendorong produksinya dan anggota OPEC lainnya kemungkinan akan mempertahankan level produksi mereka saat ini untuk mempertahnkan pangsa pasar.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search