Minyak Kembali Lesu di Tengah Cadangan AS Diperkirakan Naik

Minyak Kembali Lesu di Tengah Cadangan AS Diperkirakan Naik

Rabu, 07 Januari 2015 09:06:09 WIB

Monexnews - Minyak diperdagangkan di dekat level $48 per barel di tengah spekulasi bahwa meningkatnya cadangan minyak AS akan memperburuk suplai global yang sudah melimpah yang telah mendorong harga ke level terendah lebih dari lima tahun.

Kontrak berjangka di New York hanya sedikit berubah setelah melemah selama empat hari. Cadangan minyak di AS kemungkinan naik sebesar 700,000 barel pada pekan lalu, ditunjukkan dalam survei Bloomberg sebelum dirilisnya laporan dari pemerintah pada malam nanti. Ivan Szpakowski, analis di Citigroup Inc. mengatakan dalam catatannya bahwa

China tidak akan mendorong rebound pada harga minyak pada tahun ini seiring pertumbuhan dalam impor minyak mentah mereka akan melambat di tahun 2015.

Minyak merosot hampir 50% di tahun 2014, itu adalah yang terbesar sejak krisis keuangan 2008, karena AS yang memompa minyak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade dan OPEC menolak seruan untuk memangkas produksi. Iran telah mengadakan pembicaraan dengan Rusia untuk mengurangi output di produsen minyak terbesar di dunia, dengan saat ini "belum adanya kesimpulan yang di capai," kata Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh.

"Permintaan terus lebih lemah daripada suplai," ucap Hong Sung Ki, analis komoditas di Samsung Futures Inc. di Seol pada hari ini. "Permintaan adalah satu-satunya yang akan mendongkrak harga minyak dalam jangka pendek di saat belum terlihat pulihnya China dan Eropa dan terpukulnya ekonomi Rusia."

Minyak WTI februari saat ini naik sekitar 7 sen, atau 0.1%, di $48.00 per barel paada pukul 09.00 wib. Kontrak kemarin turun sebesar $2.11 menjadi $47.93, itu adalah level penutupan terendah sejak 21 April 2009.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search