Minyak Melemah Seiring Investor Pertimbangkan Cadangan Minyak Dan Gejolak di Yaman

Minyak Melemah Seiring Investor Pertimbangkan Cadangan Minyak Dan Gejolak di Yaman

Jum'at, 27 Maret 2015 13:45:08 WIB

Monexnews - Harga minyak memangkas kenaikan mingguan terbesar sejak bulan Februari 2011 seiring investor mempertimbangkan adanya gangguan pengiriman dari Timur tengah terhadap suplai minyak yang berada di rekor tertingginya.

Kontrak minyak berjangka menguat sebesar 10% pada pekan ini di New York, dengan harga turun sekitar 2.3% pada hari Jumat.

Arab Saudi yang memimpin koalisi 10 negara suni melakukan serangan udara terhadap pemberontak Shiite di Yaman, yang lokasinya berdekatan dengan pengiriman energi di kawasan tersebut. Produksi minyak mentah dan cadangan minyak mentah AS telah berekspansi ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade, dilaporkan oleh Energy Information Administration pada hari Rabu.

Pemboman yang terjadi Yaman telah meningkatkan resiko dari kemungkinan terganggunya pengiriman minyak dari kawasan produsen terbesar di dunia, bahkan ketika melimpahnya cadangan minyak AS yang telah menyebabkan harga turun lebih dari 5% untuk tahun 2015. Yaman terletak di salah satu sisi dari Bab el-Mandeb, lokasi pengiriman minyak tersibuk keempat di dunia berdasarkan volume, sementara itu tetangganya Arab Saudi melakukan eskpor minyak mentah terbesar di dunia dari negara manapun.

Michael McCarthy, kepala analis di CMC Markets mengatakan bahwa disaat kita tidak miliki gangguan suplai yang sebenarnya, maka jelas bahwa pasar berpotensi fokus disana, yang sangat besar pengaruhnya saat ini. Pada saat ini kami kemungkinan akan melihat kenaikan lebih lanjut pada volatilitas sampai harga bereaksi terhadap segala perkembangan terbaru.

Harga minyak WTI bulan Mei turun sebanyak $1.18 menjadi $50.25 per barel di dalam perdagangan elektronik di Nymex, dan saat ini bergerak dikisaran $50.47 pada pukul 13.42 wib. Kontrak pada hari Kamis naik sebanyak $2.22 ke level $51.43, itu adalah level penutupan tertinggi sejak 4 Maret.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search