Minyak Menuju Penurunan Kuartalan Terbesar Sejak 2 Tahun Terakhir

Minyak Menuju Penurunan Kuartalan Terbesar Sejak 2 Tahun Terakhir

Selasa, 30 September 2014 17:06:33 WIB

Monexnews -

Minyak Brent dan West Texas Intermediate menuju penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari dua tahun seiring berlimpahnya suplai minyak telah imbangi resiko dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Kontrak berjangka Brent naik sebesar 0.1% di London, mengurangi penurunan sebesar 13% sejak awal bulan Juli. AS dan aliansi Arabnya telah melakukan ribuan misi serangan udara sejak memulai kampanye pemboman untuk melawan ISIS di Suriah dan Irak, yang merupakan negara produsen terbesar kedua OPEC. Cadangan minyak AS kemungkinan meningkat 1.5 juta barel pada pekan lalu, di tunjukkan dalam sebuah survei sebelum Energy Information Administration merilis laporannya besok. "Ada banyak pasokan namun tidak ada permintaan," kata Michael Hewson, seorang analis pasar di CMC Markets Plc di London, yang memperkirakan Brent dapat turun ke kisaran $90 per barel dan WTI akan turun ke kisaran $85 per barel pada kuartal depan. "Kami melihat pertumbuhan yang lemah, dengan melambatnya China dan Eropa, sementara itu serangan udara AS telah melindungi pasokan minyak di Timur Tengah. Momentum itu jelas akan membuat harga minyak lebih rendah." Minyak Brent untuk settlement bulan November bergerak di kisaran $97.34 per barel di bursa ICE Futures Europe di London, naik sekitar 14 sen pada hari ini. Kontrak naik sebesar 20 sen menjadi $97.20 pada saat kemarin. Harga Brent telah turun 12% pada tahun ini. Minyak WTI untuk pengiriman bulan November berada 20 sen lebih tinggi di $94.77 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Harga telah melemah sebanyak 10% pada kuartal sekarang, itu adalah penurunan terbesar sejak Juni 2012. (fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search