Minyak Menyusut Seiring Penurunan Perdagangan, Sanksi Iran Diperkirakan Akan Mengurangi Pasokan

Minyak Menyusut Seiring Penurunan Perdagangan, Sanksi Iran Diperkirakan Akan Mengurangi Pasokan

Senin, 27 Agustus 2018 15:00:10 WIB
Harga minyak jatuh pada Senin karena kekhawatiran perselisihan perdagangan AS-Cina akan mengikis pertumbuhan ekonomi global, meskipun menjulangnya sanksi AS terhadap sektor minyak Iran menjaga minyak mentah dari jatuh lebih jauh, kata para pedagang.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) (CLc1) turun 30 sen menjadi $ 68,42 per barel.
"Jatuhnya jumlah rig AS dan penurunan minggu lalu di inventori AS mendukung harga minyak di tengah perang perdagangan AS-China yang berlarut-larut yang dapat mengurangi pertumbuhan global dan membebani permintaan minyak," kata Stephen Innes, Kepala Perdagangan untuk Asia-Pasifik di broker berjangka OANDA di Singapura.

Perusahaan energi AS memotong sembilan rig pengeboran minyak pekan lalu, turun menjadi 860, penurunan terbesar sejak Mei 2016, perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan pada hari Jumat.

"Meskipun ada kekhawatiran tentang potensi kelebihan pasokan, pasar akan terus mendapatkan perangsang dari sanksi AS terhadap Iran," tambah Innes.

Anggota OPEC Iran telah mengekspor sekitar 2,5 juta barel minyak mentah per hari sepanjang tahun ini. Sebagian besar analis memperkirakan angka ini turun setidaknya 1 juta bpd setelah sanksi masuk.

Pada saat penulisan harga minyak berada pada level $68.50.

(Ahmad)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search