Minyak Sentuh Level Rendah 2 Tahun Pada Pernyataan IEA

Minyak Sentuh Level Rendah 2 Tahun Pada Pernyataan IEA

Rabu, 15 Oktober 2014 03:58:30 WIB

Monexnews - Harga minyak kembali jatuh pada hari Selasa, dengan minyak West Texas Intermediate menyentuh level terendah sejak Juni 2012. Penurunan tajam terjadi setelah International Energy Agency mengurangi perkiraan mereka untuk pertumbuhan permintaan minyak ke level terendah dalam lima tahun.

Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet berjangka untuk bulan November turun $3.90, atau 4.6%, untuk settle di $81.84 per barel.
Itu adalah level settlement terendah sejak 28 Juni 2012. Itu juga adalah persentase penurunan terbesar dalam satu hari.

Minyak mentah Brent bulan November, turun sebesar $3.85, atau 4.3%, untuk berakhir di $85.04 per barel di bursa London ICE Futures. Itu adalah level penutupan Brent terendah sejak November 2010.

Dalam laporan bulanan yang di rilis pada hari Selasa,

IEA mengatakan bahwa mereka perkirakan permintaan minyak pada tahun ini akan naik menjadi 700,000 bpd, turun dari estimasi sebelumnya untuk level 900,000 barel bpd.

Pada saat yang sama, produksi minyak naik hampir 910,000 barel bpd pada bulan lalu, berdasarkan angka dari IEA, di dorong oleh naiknya produksi oleh

OPEC dan negara non-OPEC.

Para pelaku pasar berpendapat, bagaimanapun juga, aksi jual akhir-akhir ini yang berada pada atau mendekati level jenuh jual dan mendekati tingkat yang berlebihan, masih lebih mungkin berlanjut dengan adanya jaminan dari lemahnya permintaan dan faktor fundamental pada suplai.

"Penurunan yang besar dalam minyak dalam dua pekan terakhir sebagian besar di pengaruhi oleh spekulatif, menurut pandangan kami. Selain pasar yang masih over suplai dan di butuhkannya produksi OPEC yang lebih rendah, kami melihat beberapa tanda-tanada dari kemerosotan terbaru dalam fundamental," kata Adam Longson, analis di Morgan Stanley.

Pasar minyak saat ini tertuju pada pertemuan OPEC di bulan November untuk menjadi petunjuk pada level suplai minyak, dan pengurangan harga baru-baru ini oleh para produsen minyak OPEC yang telah mendorong spekulasi mengenai tingkat produksi minyak.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search