Minyak Tergelincir Seiring Meredanya Kecemasan Pasokan Libya

Minyak Tergelincir Seiring Meredanya Kecemasan Pasokan Libya

Senin, 26 Agustus 2013 22:30:32 WIB

Monexnews - Sempat diperdagangkan di atas area $107 per barrel, harga minyak mentah harus kembali tergelincir ke teritori negatif pada hari Senin pasca data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan menggerogoti prospek permintaan dari konsumen emas hitam terbesar dunia itu.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Oktober ditawarkan pada kisaran $105.90 per barrel atau sekitar 0,3% di bawah harga penutupan hari Jumat.

Data ekonomi AS yang dirilis awal pekan ini menunjukkan pesanan

durable goods anjlok 7,3% pada bulan Juli seiring merosotnya pesanan untuk pesawat komersil dan berkurangnya belanja bisnis. Data ini juga kian memperbesar ketidakpastian seputar pemangkasan program stimulus bank sentral AS.

Tekanan bagi harga minyak mentah juga datang dari

Libya, yang dikabarkan telah berhasil membuka kembali aktivitas ekspor minyak dari terminal Marsa al Brega. Terminal berkapasitas sekitar 90.000 barrel per hari tersebut merupakan 1 dari 4 terminal ekspor utama Libya yang harus mengalami penutupan sejak akhir bulan lalu akibat aksi protes. Bagaimanapun, penurunan harga minyak kemungkinan masih akan terbatas dalam jangka pendek seiring pelaku pasar terus memantau setiap perkembangan dari konflik saudara di Suriah. Pemerintah AS bahkan diberitakan telah membuka kemungkinan untuk dilakukannya aksi militer terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad, menyusul munculnya dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah terhadap warga sipil. Kendati bukan merupakan negara produsen utama minyak, kedekatan Suriah dengan negara-negara produsen besar minyak Timur Tengah lainnya telah menjaga kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak, yang pada gilirannya akan bertindak sebagai penopang harga. (vid)


(vid)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search