Minyak WTI Kembali Menguat Atas Rencana OPEC

Minyak WTI Kembali Menguat Atas Rencana OPEC

Rabu, 17 September 2014 08:58:16 WIB

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate di perdagangkan di dekat level tertinggi dalam hampir dua pekan setelah Sekretaris Jenderal OPEC mengatakan bahwa kelompok ini mungkin mengurangi target produksi pada tahun depan.

Minyak berjangka hanya sedikit berubah di New York setelah kemarin menguat sebesar 2.1%. Target produksi harian Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) mungkin akan turun sebanyak 500,000 barel menjadi 29.5 juta barel di tahun 2015, kata Abdalla El-Badri di sekretariat OPEC di Vienna. Salah satu jendral AS mengatakan bahwa dia akan mendukung dengan mengiriman penasihat untuk menemani pasukan Irak ke medan perang untuk melawan ISIS jika di perlukan. "Pengurangan produksi terlihat masuk akal," kata Jonathan Barratt, kepala investasi di Ayers Alliance Securities di Sydney. "Anggota OPEC mungkin akan menghapus kapasitas cadangan dan memperketat pasar untuk tiga sampai empat bulan kedepan. Kita sudah melihat

Saudi Arabia melakukan itu."

Minyak WTI untuk pengiriman bulan Oktober bergerak di kisaran $94.70 dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun sebanyak 18 sen pada pukul 08.51 wib. Kontrak kemarin menguat sebesar $1.96 menjadi $94.88, itu adalah level penutupan tertinggi sejak 3 September. Harga telah turun sebanyak 3.8% pada tahun ini.

Pejabat OPEC, yang termasuk di antaranya menteri per

minyakan Saudi Arabia Ali-Naimi, sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak melihat keperluan yang mendesak dalam menanggapi penurunan harga minyak. Harga "selalu berfluktuatif dan ini adalah normal," kata Naimi kepada wartawan di Kuwait pada tanggal 11 September. Minyak akan pulih seiring permintaan bahan bakar untuk musim dingin akan naik, di katakan oleh menteri perminyakan Kuwait Ali Al-Omar. OPEC akan bertemu selanjutnya pada tanggal 27 November.

Saudi Arabia mengurangi suplai minyak mentah sebanyak 480,000 barel per hari di bulan Agustus, itu adalah pengurangan terbesar sejak akhir 2012.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search