Minyak WTI Melemah ke $44.93 Tertekan Perlambatan Manufaktur China

Minyak WTI Melemah ke $44.93 Tertekan Perlambatan Manufaktur China

Rabu, 02 Januari 2019 17:46:59 WIB

Harga minyak turun di awal tahun 2019 dengan penurunan hampir 2 persen, seiring melonjaknya output AS dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi pada tahun 2019 karena aktivitas pabrik di China mengalami kontraksi.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) (CLc1) berada di $ 44,93 per barel, turun 89 sen, atau 1.94 persen.

Para pedagang mengatakan harga minyak berjangka jatuh karena ekspektasi kelebihan pasokan di tengah melonjaknya produksi AS dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Aktivitas pabrik melemah pada bulan Desember di seluruh Asia, termasuk di China, ketika perang perdagangan China-A.S dan perlambatan permintaan China menghantam produksi di sebagian besar ekonomi, menunjuk ke sebuah awal yang terjal untuk kawasan pertumbuhan ekonomi top dunia pada tahun 2019.

Analis pasar independen Greg McKenna mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Rabu bahwa "sulit bagi para pedagang dan investor untuk mengabaikan apa yang tampak seperti perlambatan ekonomi global yang asli."

Itu juga berdampak pada sentimen di pasar minyak. Harga minyak berakhir 2018 lebih rendah untuk pertama kalinya sejak 2015, setelah di kuartal keempat pembeli meninggalkan pasar karena kekhawatiran tentang terlalu banyak pasokan dan sanksi AS yang diperbarui terhadap Iran.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search