Produksi Minyak AS Akan Sebabkan Surplus Pasar di Awal 2018

Produksi Minyak AS Akan Sebabkan Surplus Pasar di Awal 2018

Jum'at, 15 Desember 2017 15:42:07 WIB

Monexnews -Naiknya pasokan minyak mentah A.S., yang sebagian besar didorong oleh pengeboran shale oil, kemungkinan akan merubah kondisi pasar minyak dari saat ini menuju keseimbangan, ke kondisi surplus pasokan di paruh pertama 2018, demikian Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada hari Kamis.

"Pertumbuhan total pasokan bisa melampaui pertumbuhan permintaan: pada semester pertama surplus menjadi 200.000 barel per hari (bph) sebelum kembali ke defisit sekitar 200.000 bpd di paruh kedua, sehingga 2018 secara keseluruhan menunjukkan pasar yang seimbang, " demikian isi laporan pasar minyak IEA yang berbasis di Paris.

Sebelumnya, Rabu kemarin, Energy Information Administration AS (

EIA) memberikan pandangan serupa. EIA menaikkan proyeksi produksi minyak AS untuk tahun depan. Pulihnya produksi usai bencana Badai Harvey dan membaiknya harga minyak mentah dunia menjadi pemicu kenaikan produksi minyak AS.

Dalam laporan bulanannya yang berjudul Short Term Energy Outlook, EIA memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS akan meningkat sebesar 780.000 bph menjadi 10,02 juta bph pada 2018. Bulan lalu, EIA memprediksi kenaikan hanya 720.000 bph menjadi 9,95 juta bph.

Padahal, pasar yang sudah menuju keseimbangan yang ditunjukkan dengan pulihnya harga minyak West Texas Intermedaite (WTI) menuju $60 per barel disambut gembira perusahaan-perusahaan minyak besar yang disebut Big Oil. Goldman Sachs menyebutkan kondisi pasar minyak saat ini memulihkan laba perusahaan minyak besar seperti BP (British Petroleum), Royal Dutch Shell, ExxonMobil, Chevron dan Total.

Bank investasi AS itu mengatakan laba yang meningkat akan dihasilan perusahaan besar ini jika harga minyak sesuai ekspektasi dalam tiga tahun ke depan.

(Irdy)


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search