Rencana Serangan ke Suriah Memudar, Minyak Tergelincir

Rencana Serangan ke Suriah Memudar, Minyak Tergelincir

Selasa, 10 September 2013 14:40:55 WIB

Monexnews - Minyak kembali diperdagangkan melemah untuk hari kedua setelah rencana aksi militer AS ke Suriah sedikit memudar. Sebelumnya Rusia meminta Suriah untuk menyerahkan senjata kimia ke pihak internasional untuk mencegah serangan militer AS. Rusia menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, yang mendesak Suriah menyerahkan senjata kimia yang dimilikinya untuk mencegah serangan militer AS.

Pemerintah Suriah juga dikabarkan menyambut baik gagasan tersebut, sehingga sedikit meredakan kekhawatiran akan adanya gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah jika AS melancarkan aksi militer. Minyak sempat menyentuh level terendah intraday $108.18 per barel, sebelum mengurangi pelemahan tersebut setelah China merilis data ekonomi yang apik.

Biro Statistik China menunjukkan data produksi industri China mencapai 10,4%, berakselerasi dari bulan Juli sebesar 9,7% dan dari melebihi estimasi sebesar 9,9%. Data terpisah menunjukkan retail sales China juga meingkat menjadi 13,4% pada bulan Agustus, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 13,2% dan estimasi sebesar 13,3%. Selain itu fixed asset investment, penilaian untuk aktivitas konstruksi naik menjadi 20,3% dari rilis sebelumnya sebesar 20,1%. Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $108.65 per barel. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search