Rusia Mengatakan Perang Harga Minyak Dengan AS Akan Sebabkan Harga Minyak Mahal

Rusia Mengatakan Perang Harga Minyak Dengan AS Akan Sebabkan Harga Minyak Mahal

Rabu, 23 Januari 2019 19:27:06 WIB
Rusia seharusnya tidak mengatakan perang harga minyak terhadap AS, tetapi tetap berpegangan pada pengurangan produksi bahkan pada biaya kehilangan pangsa pasar dalam jangka menengah, kata salah seorang arsitek utama dari produksi minyak dengan OPEC.

Sejak 2017 Rusia dan OPEC telah memagkas produksi minyak mereka untuk pertama kalinya dalam upaya meningkatkan harga minyak mentah minyak telah diperdagangkan antara sekitar $ 60 dan $ 85 per barel, dari di bawah $ 30 sebelum kesepakatan berlaku.

Produksi minyak shale AS turun, kamu membutuhkan harga minyak di $40 atau di bawahnya, itu tidak sehat untuk ekonomi Rusia, kata Kirill Dmitriyev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia yang didukung negara.

"Kita seharusnya tidak mengambil tindakan kompetitif untuk menghancurkan produksi shale AS," kata Dmitriyev, berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Tiga tahun lalu di Davos, Dmitriyev menjadi pejabat Rusia pertama yang secara terbuka menyebutkan kemungkinan perjanjian pasokan dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. Pada saat itu, harga minyak telah jatuh setelah gembong OPEC Arab Saudi menaikkan output untuk merugikan produsen AS yang berbiaya lebih tinggi.

Pada saat penulisan harga minyak berada pada level $53.50.

(Ahmad)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search