UEA: OPEC Akan Pertahankan Output Meski Harga Minyak Anjlok ke Level $40

UEA: OPEC Akan Pertahankan Output Meski Harga Minyak Anjlok ke Level $40

Senin, 15 Desember 2014 07:45:05 WIB

Monexnews - OPEC akan mempertahankan keputusannya untuk tidak memangkas output meski jika harga minyak anjlok hingga serendah $40 per barel dan akan menunggu setidaknya 3 bulan sebelum mempertimbangkan untuk menggelar pertemuan darurat, ucap Menteri Energi Uni Emirat Arab. OPEC tidak akan mengubah keputusan tanggal 27 November lalu untuk mempertahankan target output gabungan pada level 30 juta barel per hari, ucap Suhail Al-Mazrouei. Venezuela mengusulkan adanya pertemuan OPEC mengingat penurunan harga, meski belum secara resmi mengajukan permintaan, menurut salah satu petinggi Menteri Luar Negeri Venezuela pada tanggl 12 Desember. OPEC akan kembali bertemu tanggal 5 Juni 2015.

Kami tidak akan mengubah pemikiran kami karena harga turun hingga level $60 atau $40, ucap Mazrouei pada konferensi di Dubai. Kami tidak mematok harga; pasar akan stabil dengan sendirinya. Ia mengatakan kondisi saat ini belum layak untuk menggelar pertemuan darurat OPEC. Kita harus menantkan setidaknya selama 1 kuartal" untuk mempertimbangkan pertemuan darurat, ucapnya. 12 negara anggota OPEC menghasilkan minyak 30.56 juta barel per hari di bulan November, melebihi target mereka selama 6 bulan berturut-turut. Arab Saudi, Irak, dan Kuwait bulan ini memberikan potongan harga untuk penjualan ke Asia, memicu spekulasi perebutan bagian pasar di tengah tingginya output produksi minyak shale AS.

Organization of Petroleum Exporting Countries memasok sekitar 40% dari suplai minyak global.

OPEC pada hari minggu lalu juga mengatakan bahwa OPEC akan mengabaikan penurunan harga minyak dan mempertahankan output, beralasan pelemahan harga minyak pada pasar tingkat menunjukkan fundamental suplai dan permintaan dan mungkin telah dipicu oleh spekulan. Berbicara di Dubai, Abdullah al-Badri mendukung keputusan OPEC bulan November lalu utnuk tidak memangkas target output sebanyak 30 juta barel per hari seiring penurunan harga minyak ke level rendah dalam beberapa tahun. "Kami sepakat bahwa penting untuk melanjutkan produksi pada level saat ini untuk kedepannya. Keputusan ini dibuat sesuai kesepakatan semua menteri-menteri negara anggota," ucapnya. "Keputusan telah diambil, dan akan tetap demikian." Sementara itu, Menteri Perminyakan Kuwait Ali al-Omar pada hari Minggu mengatakan keputusan OPEC tidak mengubah output bertujuan untuk mempertahankan bagian pasar, meski memiliki dampak negatif terhadap harga minyak, menurut agensi berita KUNA.

Namun Badri mengatakan penurunan harga minyak telah terlalu berlebihan. "Fundamental seharusnya tidak memicu penurunan dramatis seperti ini pada harga minyak," ucapnya. Ia mengatakan hanya kenaikan tipis pada suplai telah memicu penurunan tajam pada harga minyak, menambahkan "Saya yakin spekulan memiliki andil besar dalam penurunan tajam harga minyak saat ini." Ditanyakan apakan OPEC merencanakan pertemuan darurat sebelum bulan Juni, atau pertemuan dengan negara produsen non-OPEC, Badri mengatakan pertemuan seperti itu tidak akan memiliki dampak terhadap harga minyak.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search