WTI Berakhir Di Level Rendah 3 Bulan, Minyak Brent Menguat

WTI Berakhir Di Level Rendah 3 Bulan, Minyak Brent Menguat

Jum'at, 17 Juli 2015 04:11:22 WIB

Monexnews - Harga minyak berjangka West Texas Intermediate berakhir di level terlemah dalam tiga bulan terakhir pada hari Kamis, didorong oleh ketakutan atas kondisi minyak yang melimpah.

Minyak WTI bulan Agustus turun 50 sen, atau 1%, untuk berakhir di $50.91 per barel di Nymex, itu adalah level penutupan terendah sejak 9 April. Pada hari Rabu harga WTI turun 3.1%.

Namun minyak Brent bulan Agustus berakhir lebih tinggi, didukung oleh laporan penghentian kilang minyak di Inggris.

Harga minyak Brent bulan Agustus di London, naik 46 sen, atau 0.8%, untuk berakhir di $57.51 per barel pada kontrak yang berakhir pada hari ini. Namun kontrak Brent untuk bulan September, berakhir $56.92, turun 20 sen setelah sebelumnya menguat.

Minyak Brent menguat setelah adanya sebuah laporan yang mengatakan pemadaman listrik di kilang minyak terbesar di Inggris. Namun juru bicara untuk Nexen, yang mengoperasikan kilang minyak Buzzard, mengatakan bahwa perusahaan tidak mempublikasikan informasi operasi produksi atau perawatan secara aset individual. Kilang tersebut, yang berlokasi di North Sea, adalah kilang dengan produksi tertinggi di Inggris, menurut Nexen.

Minyak WTI gagal reli pada hari Rabu meskipun adanya penurunan yang cukup besar dalam suplai mingguan minyak mentah AS dan penyedia data Genscape pada hari Kamis melaporkan bahwa cadangan di titik pengiriman minyak berjangka di Cushing, telah naik hampir satu juta barel sejak hari Jumat.

Sebagian alasan untuk kegagalan WTI reli pada hari Rabu adalah ketua Fed Janet Yellen, "yang tampaknya sangat optimis dan sangat yakin bahwa the Fed akan naikan suku bunga pada tahun ini," ucap salah satu analis di Price Future Group.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendukung dollar AS dan greenback yang menguat dapat membebani minyak yang berdenominasi dollar.

Analis tersebut mengatakan bahwa minyak tidak dapat melawan Fed dan mereka tidak melawan persepsi bahwa pasar saat ini kelebihan suplau, sebuah situasi dimana mereka bisa katakan lebih buruk jika minyak Iran kembali banjiri pasar dan sebuah fakta bahwa musim mengemudi sebelumnya adalah puncak permintaan.

Para pelaku pasar masih menilai rincian kesepakatan nuklir Iran dan dampaknya ke pasar minyak. Konsensus umum akan memakan waktu beberapa bulan untuk volume yang signifikan dari tambahan minyak Iran untuk memukul pasar.

Harga minyak tampaknya dapatkan beberapa dukungan setelah menteri keuangan zona Euro sepakat untuk menyetujui paket bailout tiga tahun untuk Yunani. Itu membantu mengurangi ketakutan atas resiko permintaan energi dari Eropa.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search