Aussie Rebound, Yen Terkoreksi

Aussie Rebound, Yen Terkoreksi

Selasa, 22 Juli 2014 15:56:02 WIB

Monexnews - Dollar Australia menguat pada hari Selasa, menjadi penggerak utama pada mata uang negara maju, setelah gubernur bank sentral Australia mengatakan bahwa dirinya puas dengan tingkat suku bunga saat ini dan tidak berusaha melakukan intervensi verbal terhadap mata uang. Sementara yen terkoreksi seetlah ketegangan mengenai situasi di Ukraina dan Gaza dalam beberapa hari belakangan ini memicu aksi beli safe haven dan mendorong yen ke dekat level tertinggi dalam 2 bulan terhadap dollar dan level tinggi 6 bulan terhadap euro. Analis mengatakan event penting hari ini adalah data inflasi AS yang akan dirilis nanti, dan mereka juga akan fokus pada pertemuan Menteri Luar Negeri di Brussels untuk mendiskusikan sikap blok euro terhadap campur tangan Rusia di Ukraina.

Aussie terus menguat sejak menyentuh level rendah dalam hampir selama 4 tahun pada awal tahun ini, dipicu oleh sinyal kemajuan perekonomian domestik, dan meredanya kecemasan mengenai laju pertumbuhan China untuk saat ini. Gubernur

RBA Glenn Stevens, yang sebelumnya melakukan intervensi verbal untuk menopang pertumbuhan, mengatakan bahwa dirinya cukup puas dengan tingkat suku bunga saat ini, memicu pasar untuk memangkas potensi pemangkasan suku bunga di tahun ini. Data pada hari Rabu juga diperkirakan akan melebihi target sebesar 2-3%.

"Glenn Stevens memilih untuk tidak melakukan intervensi verbal sepertu yang diinginkan bank sentral dalam beberapa bulan lalu, dan hal itu memicu penguatan dollar Australia," ucap Jane Foley, strategis pada Rabobank di London. "Oleh karena itu, saya ragu bahwa RBA sudah cukup yakin dengan pemulihan ekonomi Australia. Hingga kita melihat adanya sinyal investasi modal yang masuk, aussir akan rentan berada di level saat ini."

Yen terkoreksi, dengan dollar dan euro menguat sebanyak 0.1%, namun trader mengatkan pasar masih cemas menantikan perkembangan situasi di Ukraina dan Timur Tengah dan kemungkinan yen tidak akan melemah tajam dalam waktu dekat. Ancaman adanya sanksi baru dan lebih berat terhadap Rusia terkait campur tangannya di Ukraina telah dipertimbangan zona euro secara khususnya. Menteri Luar Negeri Uni Eropa akan bertemu hari ini untuk memutuskan bagaimana untuk menerapkan sanksi yang disepakati 10 hari lalu dengan tepat.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search