Aussie Terpuruk Atas Pernyataan Bank Sentral

Aussie Terpuruk Atas Pernyataan Bank Sentral

Selasa, 17 Juni 2014 15:36:25 WIB

Monexnews -

Dollar Australia melemah, berada di jalur untuk penurunan terbesar dalam dua pekan terhadap mata uang AS, seiring para pembuat kebijakan mensinyalkan bahwa suku bunga mungkin akan bertahan di level rendah untuk waktu yang lama di tengah ketidakpastian pemulihan.

Indeks dollar menguat setelah kemarin turun ke level penutupan terendah pada bulan ini sebelum para pembuat kebijakan Federal Reserve memulai pertemuan selama dua hari. Sementara itu rupiah Indonesia dan ruble Rusia pimpin pelemahan di antara pasar negara berkembang.

Pembacaan minutes sedikit lebih dovish bagi saya dalam arti bahwa mereka belum bisa memastikan tentang outlook pertumbuhan, kata Jonathan Cavenagh, seorang analis mata uang di Westpac Banking Corp. di Singapura. Itu di cerna pasar sebagai sinyal dovish dari RBA karena pada keseimbangannya, itu berarti bahwa disana mungkin masih akan ada pergerakan suku bunga lainnya dalam periode sampai enam bulan kedepan, yang mana lebih mungkin untuk di pangkas daripada di naikan.

Aussie melemah sebesar 0.5% menjadi $0.9346 pada pukul 15.28 wib, itu merupakan penurunan terbesar sejak 2 Juni. Yen melemah sebesar 0.1% menjadi 101.96 per dollar dan hanya sedikit berubah di kisaran 138.29 per euro. Dollar menguat sekitar 0.1% di kisaran $1.3556 terhadap euro setelah merosot sebesar 0.3% menjadi $1.3574 kemarin.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search