Data Ekonomi Buruk, Dollar Semakin Terpuruk

Data Ekonomi Buruk, Dollar Semakin Terpuruk

Kamis, 13 Februari 2014 21:44:38 WIB

Monexnews - Dollar semakin tertekan terhadap mata uang utama akibat buruknya data-data ekonomi AS. Indeks dollar terhadap mata uang utma sempat menyentuh level terendah harian 80.19.

Data klaim tunjangan

pengangguran untuk pekan yang berakhir 8 Februari naik sebanyak 8.000 menjadi 339.000 dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Jumlah tersebut diatas ekspetasi ekonom sebesar 331.000 klaim pengangguran. Rata-rata klaim dalam empat pekan juga naik menjadi 336.750 dari sebelumnya sebesar 333.250.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan

ritel AS pada bulan Januari mencatat penurunan 0,4% dari bulan sebelumnya, ekonom sebelumnya memberikan estimasi penjualan ritel tidak berubah dari bulan Desember. Untuk penjualan ritel inti yang tidak memasukkan sektor otomotif tidak mengalami perubahan pada bulan Januari dari bulan Desember, sedangkan estimasi dari ekonom naik sebesar 0,1%. Cuaca buruk yang melanda AS dikatakan sebagi penyebab menurunnya penjualan ritel dan kemungkinan akan membebani pertumbuhan ekonomi.

USDJPY semakin merosot dan saat ini berada pada kisaran 101.79, sementara GBPUSD saat ini stabil pada kisaran 1.6631 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 1.6672.

EURUSD yang sejak perdagangan sesi Eropa menguat tajam saat ini berada pada kisaran 1.3675, AUDUSD yang merosot tajam hingga menyentuh level 0.8926 akibat buruknya data tenaga kerja Australia, berhasil memangkas penurunan dan saat ini berada pada kisaran 0.8970. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search