Dollar Nantikan Data Tenaga Kerja, Euro Jelang ECB

Dollar Nantikan Data Tenaga Kerja, Euro Jelang ECB

Rabu, 02 April 2014 17:17:07 WIB

Monexnews - Dollar diperdagangkan dekat level tinggi 10 pekan terhadap yen pada hari Rabu, ditopang oleh ekspektasi data tenaga kerja AS yang positif dalam beberapa hari kedepan dan sinyal Beijing mungkin akan mengambil langkah untuk mengatasi perlambatan di China. Euro juga menguat, layaknya dollar, euro juga mendapat dukungan dari prospek menguatnya pertumbuhan dunia dan juga didukung oleh ekspektasi bahwa European Central Bank akan menahan diri untuk tidak melonggarkan kebijakan pada hari Kamis nanti. Sementara itu yen, yang sering digunakan sebagai carry trades, juga melemah akibat antisipasi Bank of Japan akan kembali melonggarkan kebijakan. "Kita sedang berada dalam situasi dimana yen akan tertekan terhadap dollar," ucap Ian Stannard, startegis mata uang pada Morgan Stanley di London. "Ada sejumlah sinyal positif dari Asia mengenai pertumbuhan dan itu membuat yen tertekan, China adalah salah satu faktor dan jika data AS yang dirilis kuat hal tersebut akan kembali memberikan dorongan untuk penguatan dollar." Banyak bank-bank dan hedge fund yang memperkirakan penguatan dollar tahun ini di bulan Januari dan sebagian besar mengalami kekecewaan, dengan pelemahan tingkat pertumbuhan di China dan euro terdukung oleh aliran modal yang kembali masuk alih-alih trend yang dominan. Namun trend tersebut dapat berubah kembali, bagaimanapun, dengan data AS yang berubah menjadi lebih positif. Non-farm payrolls pada hari Jumat didahului oleh data tenaga kerja ADP pada hari Rabu ini. "Satu-satunya faktor yang dapat menghalangi penguatan dollar dalam jangka pendek adalah pelemahan bursa saham. Data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dapat menghentikan rally bursa saham dan melegakan yen," ucap Junichi Ishikawa, analis pasar pada IG di Tokyo. "Bagaimanapun, rally bursa saham global telah menguat berkat meredanya kecemasan terhadap Ukraina dan perlambatan ekonomi dI China. Pelemahan pada dollar akibat data yang buruk mungkin hanya bersifat sementara," ucapnya. (xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search