GBPUSD Turun Ke Bawah Level 1.2300 Setelah Komentar Dovish BOE Saunders

GBPUSD Turun Ke Bawah Level 1.2300 Setelah Komentar Dovish BOE Saunders

Jum'at, 27 September 2019 14:56:01 WIB

Anggota Monetary Policy Committee Bank of England (MPC BoE), Michael Saunders menyatakan tingginya kemungkinan pemotongan suku bunga acuan Inggris lebih jauh bila ketidakpastian Brexit terus berlanjut, menyebabkan pelemahan GBPUSD pada hari ini (27/9).

Ekonomi Inggris telah menunjukan perlambatan di tengah kondisi ekonomi global dan kontroversi keluarnya Inggris dari Zona Euro (Brexit). Hasil referendum Brexit yang dicapai pada 23 Juni 2016 lalu menyatakan Inggris akan meninggalkan keanggotaan dalam Uni Eropa, dan mengajukan penarikan diri kepada Dewan Uni Eropa, dengan batas waktu 30 Maret 2019. Alotnya kesepakatan antara pemerintah Inggris dan pejabat Uni Eropa telah menyebabkan dua kali penundaan tanggal akhir Brexit, yaitu 22 Mei 2019 dan 31 Oktober 2019.

Gagalnya Perdana Menteri Inggris saat itu, Theresa May untuk mencapai kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa memberikan tekanan mundurnya May dari kursi PM, digantikan oleh pesaingnya, Boris Johnson. Johnson sangat terkenal sebagai ujung tombak penyeru Brexit, dan selama menjabat sebagai PM Inggris, Beliau menekankan penolakan penundaan Brexit lebih lanjut dengan ataupun tanpa kesepakatan.

Sikap keras Johnson hingga saat ini mendapat pertentangan dari parlemen Inggris yang mengharapkan adanya kesepakatan dengan Zona Euro sebelum pemberlakuan Brexit untuk menjaga kerjasama yang baik dan meminimalisir kemungkinan krisis ekonomi. Menyikapi tekanan dari parlemen, Johnson mengajukan peraturan penundaan parlemen selama 5 minggu pada 10 September 2019, dengan dalih untuk melaksanakan tugasnya sebagai PM Inggris hingga pelaksanaan Brexit.

Sikap Johnson kembali mendapat perlawanan dari anggota parlemen, dan mengajukan keberatan kepada Mahkamah Agung Inggris, yang sudah melakukan persidangan secara bertahan dan diputuskan pada hari Selasa, 24 September 2019 bahwa penundaan parlemen oleh PM Boris Johnson sebagai tindakan ilegal dan penyalahgunaan kekuasaan yang berlebihan. Parlemen Inggris yang kembali bekerja 1 hari setelahnya melakukan pertemuan mingguan yang sudah tertunda dan menharapkan pembahasan kesepakatan dengan Uni Eropa secepatnya.

Pihak Uni Eropa yang juga mengharapkan kesepakatan pra Brexit menawarkan kemungkinan penundaan satu kali saja hingga pertengahan 2020 bila kesepakatan Brexit belum tercapainya hingga 31 Oktober 2019 mendatang, hal yang sangat ditentang oleh pihak Johnson.

Michael Saunders pada pernyataannya siang ini memandang perekonomian Inggris masih akan tertekan, baik dengan penundaan maupun pelaksanaan Brexit pada 31 Oktober mendatang. Menurutnya, pelaksanaan Brexit baik dengan maupun tanpa kesepakatan akan berimbas langsung pada pelemahan ekonomi, dan penundaan Brexit akan tetap melemahkan perekonomian Inggris walau lebih lambat dan bertahap. Untuk menjaga tingkat perekonmian yang lebih baik, Saunders memandang perlunya bagi BoE untuk lebih fleksibel dan sangat mungkin memotong suku bunga acuan pada pertemuan selanjutnya sebagai langkah untuk menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi Inggris.

GBPUSD yang bergerak stabil di atas level 1.2300 selama sesi pagi hari Jumat (27/9), tapi kemudian mencatat pelemahan ke level terendah 1.2271 saat penulisan karena spekulasi pemotongan suku bunga BOE dalam waktu dekat.


(Andian)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search