Hasil Voting Parlemen Inggris Diperkirakan Masih Bebani GBPUSD

Hasil Voting Parlemen Inggris Diperkirakan Masih Bebani GBPUSD

Senin, 11 Maret 2019 11:59:25 WIB

Di awal perdagangan pekan ini, GBPUSD dibuka gap down dan membukukan pelemahan selama tujuh hari berturut-turut. Sterling tampak semakin tertekan, terutama setelah Menteri luar Negeri inggris jeremy Hunt mengatakan bahwa persoalan Brexit bisa membalikan keadaan secara signifikan jika hasil voting parlemen nanti masih tetap menolak kesepakatakan.

Hal tersebut ia sampaikan melihat peringatan yang disampaikan oleh dua faksi utama euro di parlemen bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May kemungkinan akan menghadapi usaha yang berat saat voting parlemen yang akan diadakan besok (12/03). Hingga saat ini, May terlihat belum berhasil untuk menyelamatkan Inggris di detik-detik terakhir Inggris harus keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret mendatang.

Belum jelasnya outlook Brexit ini dipandang oleh para analis bahwa Bank of England (BoE) kemungkinan belum akan mengubah kebijakan tingkat suku bunga. Hingga saat ini persoalan Brexit masih menjadi sentimen sensitif yang cenderung akan menjadi penggerak utama. Apalagi inflasi Inggris merujuk pada data terakhir juga tidak tumbuh sesuai ekspektasi. Pada Februari lalu secara year on year laju inflasi Inggris hanya tumbuh 1,8% di bawah ekspektasi 1,9% dan cenderung lebih lambat dibanding sebelumnya yang mencapai 2,1%.

Pukul 11.56 WIB GBPUSD diperdagangkan di level 1.2977 turun sekitar 38 pip dari harga penutupan pada pekan lalu.


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search