Mata Uang Euro Menguat Di Tengah Pembicaraan Obligasi "Korona"

Mata Uang Euro Menguat Di Tengah Pembicaraan Obligasi "Korona"

Kamis, 26 Maret 2020 17:27:30 WIB
Mata uang Euro membukukan penguatan pada hari Kamis (26/3) di tengah pembicaraan instrumen utang baru untuk melawan penyebaran virus Korona karena meningkatnya kasus kematian dan kerusakan ekonomi yang menjadi lebih parah.

Hingga pukul 17:12 WIB, EURUSD diperdagangkan naik 0,5% di level 1.0937 dengan level tertinggi di 1.0949.

Eropa telah menjadi medan pertempuran yang paling sengit dalam perang melawan wabah Covid-19, dengan lebih dari 180.000 kasus terkonfirmasi. Korban yang tewas terus meningkat di seluruh wilayah, dengan Italia saat ini mencatat jumlah yang lebih tinggi dari Tiongkok, dan Spanyol tidak jauh angkanya di belakang. Namun, tingkat infeksi baru melambat dengann cepat di sebagian besar negara di zona Euro, dengan pengecualian untuk Inggris.

Langkah-langkah yang dirancang untuk memerangi virus yang mematikan ini telah membuat semua perekonomian utama di Uni Eropa terhenti. Data terbaru menunjukkan tingkat kerusakan, dengan moral konsumen Jerman mencapai level terendah sejak tahun 2009 sementara itu tingkat kepercayaan pengusaha Perancis turun ke rekor terendah di bulan Maret, ke level terendah sejak 2014.

Sementara ECB telah meluncurkan paket baru pelonggaran kuantitatif raksasa, jelas sudah cukup banyak yang dilakukan para masing-masing negara untuk memerangi pandemi ini yang tergantung pada kekuatan neraca keuangan mereka.

Dengan pemikiran ini, sembilan negara Eropa pada hari Rabu malam meminta rekan-rekan di Uni Eropa untuk menerbitkan apa yang disebut obligasi korona, sebuah instrumen utang baru yang akan menggabungkan sekuritas dari berbagai negara dan menempatkan kekuatan dari pembayar pajak Jerman di belakang pinjaman bersama.

Para pemimpin dari negara Italia, Perancis, Belgia, Yunani, Portugal, Spanyol, Irlandia, Slovenia dan Luksemburg mengatakan bahwa kita perlu mengenali keparahan situasi dan perlunya tindak lanjut untuk menopang perekonomian kita mulai hari ini.

Kesembilan pemimpin negara tersebut juga mengatakan bahwa kasus untuk instrumen umum seperti itu sangat kuat, karena kita semua menghadapi goncangan eksternal yang simetris, dimana beratnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh negara, meskipun ada konsekuensi negatifnya yang ditanggung oleh semuanya.

Obligasi ini menjadi kontroversial, dengan para pembuat kebijakan di negara-negara seperti Jerman, Belanda dan Austria sangat berhati-hati dengan gagasan menerbitkan surat utang bersama dengan negara-negara yang sangat besar hutangnya, seperti Italia, Yunani dan Portugal.

Langkah ini dilakukan sehari setelah Jerman, Austria dan Belanda menutup diskusi tentang langkah tersebut pada pertemuan para menteri keuangan zona Euro.

Perhatian saat ini beralih ke panggilan konfrensi penting diantara 27 pemimpin Uni Eropa pada Kamis malam waktu setempat
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search