Merespon Langkah Oposisi Inggris Yang Berencana Hentikan Hard Brexit, GBPUSD Naik ke 1.2258

Merespon Langkah Oposisi Inggris Yang Berencana Hentikan Hard Brexit, GBPUSD Naik ke 1.2258

Selasa, 27 Agustus 2019 16:23:11 WIB
GBPUSD melesat naik ke level 1.2258 pada sesi perdagangan Eropa hari Selasa (27/8) di tengah pasar yang merespon laporan bahwa para pemimpin oposisi akan bertemu pada hari ini untuk merencanakan langkah selanjutnya untuk menghentikan hard Brexit. Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Jhonson menegaskan sikapnya bahwa Inggris harus meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober nanti.

Saat ini yang menjadi pertanyaan adalah apakah oposisi dapat hentikan no-deal Brexit? dan sinyal optimisme yang penuh kehati-hatian saat ini sedang mendorong pound bergerak lebih tinggi.

Sebelumnya pemimpin partai Buruh, Jeremy Corbyn ingin hentikan no-deal Brexit dengan voting tidak percaya, sebuah pergerakan yang yang ditolak oleh partai oposisi lainnya. Dan pada hari ini, Selasa, Jo Swinson yang merupakan pemimpin partai pro bertahan di Uni Eropa yaitu Liberal Demokrat, memperingatkan bahwa desakan Corbyn untuk voting tidak percaya mungkin akan gagal karena tidak cukup banyak anggota parlemen yang akan mendukung upayanya untuk menjadi Perdana Menteri. Para penentang dari partai Konservatif mungkin akan menemukan cara untuk menempatkan pemimpin sayap kiri di Downing Street.

Namun, saat ini Corbyn mungkin telah berubah pikiran.

Menurut laporan Guardian, pemimpin oposisi mungkin saat ini mendukung pemilihan umum pra-Brexit untuk menggagalkan jalan keluar tanpa kesepakatan dari Uni Eropa. Selain itu, anggota parlemen senior partai Buruh dan menteri bayangan Brexit, Keir Starmer mengatakan bahwa diperlukan undang-undang untuk hentikan hard Brexit.

Partai Buruh tampakynya bersedia untuk berkompromi untuk memfasilitasi sebuah kesepakatan yang mungkin akan mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen ketika mereka kembali berkumpul pada pekan depan. Pasar saat ini melihat no-deal Brexit sebagai bencana ekonomi, dan mata uang pound telah melemah sejak Boris Jhonson menjadi Perdana Menteri setelah berjanji untuk meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober dengan "kesepakatan atau tidak."
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search