Pelemahan Yen Picu Kembali Isu 'Currency Wars'

Pelemahan Yen Picu Kembali Isu 'Currency Wars'

Jum'at, 31 Oktober 2014 14:00:30 WIB

Monexnews - Isu 'currency wars' atau perang mata uang kembali mengemuka di akhir bulan Oktober. Pelemahan tajam mata uang Yen berpotensi menjadi pemicu terjadinya lomba pelemahan valuta antar negara. Menurut lembaga keuangan HSBC, perang mata uang kembali memanas setelah Yen Jepang anjlok tajam beberapa jam terakhir. Kebijakan stimulus agresif yang dirilis oleh pemerintahnya kian membuat Yen tidak menarik di mata investor. Sementara di saat yang sama, pelaku bisnis dan keuangan menilai Bank Sentral Jepang sengaja memperlonggar sabuk moneter agar kurs domestik merosot tajam. Dengan demikian, tidak hanya laju inflasi yang meningkat namun juga potensi pendapatan eksportir yang berbisnis di luar negeri. Nilai tukar Euro diprediksi ikut menguat dalam waktu dekat karena Bank Sentral Eropa sedang bersiap memberlakukan kebijakan moneter longgar. Seperti diberitakan beberapa saat lalu, nilai tukar Yen turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir terhadap Dollar setelah Bank of Japan (BOJ) secara tak terduga menambah jumlah stimulus moneternya. BOJ menyuntik stimulus moneter dari 70 triliun Yen menjadi 80 triliun yen ($726 miliar) per tahun. Langkah ini di luar prediksi 29 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg bulan Oktober. Yen langsung anjlok 1,3% ke 110.60 per Dollar pada pukul 12.38 WIB dan sempat menyentuh level 110.68 atau posisi terendah sejak 2008. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search