Pernyataan BOJ Iwata Lemahkan Yen

Pernyataan BOJ Iwata Lemahkan Yen

Rabu, 28 Agustus 2013 16:24:33 WIB

Monexnews - Deputi Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kikuo Iwata, hari Rabu (28/8) di hadapan para pemimpin bisnis di Kyoto, mengatakan bahwa bank sentral akan tetap melanjutkan kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) hingga inflasi mencapai 2 persen dalam 2 tahun.

Iwata mengatakan bahwa mungkin memerlukan waktu yang lama agar kebijakan moneter itu bekerja, oleh karena itu pemerintah harus mendukung pertumbuhan dengan kebijakan belanja fiskal agar target inflasi 2% bisa tercapai.

Bank Sentral Jepang telah mengejutkan pasar keuangan dengan penggelontoran stimulus moneter yang sangat besar di bulan April tahun ini. Kebijakan ini berimbas pada kenaikan ekspektasi inflasi yang kemudian menaikan harga-harga saham dan menurunkan nilai tukar

yen. Menurut Iwata, dampak kebijakan moneter bank sentral terhadap pasar keuangan sangat penting karena kenaikan harga-harga saham bisa memicu kenaikan belanja konsumen dan memperbaiki neraca keuangan perusahaan. Pelemahan yen juga membantu mendorong kenaikan ekspor yang selanjutnya bisa menjadi katalis untuk belanja modal lanjutan.

Naiknya data belanja konsumen dan sinyal kenaikan belanja modal dilihat masih belum cukup untuk mengatakan bahwa pemulihan ekonomi dalam pola yang stabil, demikian penjelasan Iwata.

Pasar sempat mengkhawatirkan bank sentral Jepang akan menghentikan pembelian surat hutang pemerintah karena sudah besarnya pembelian bank sentral. Namun Iwata mengatakan bahwa bank sentral belum melihat target inflasi sudah tercapai. Bila sudah tercapai, bank sentral tidak akan membeli surat hutang pemerintah meskipun diminta oleh pemerintah.

Pernyataan dari Iwata ini melemakan yen kembali terhadap

dollar AS sore ini dari sebelumnya di kisaran 97.26 yen per dollar menjadi 97.58 yen per dollar.

(art)


(art)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search