Rupiah Pimpin Pelemahan Mata Uang di Pasar Berkembang

Rupiah Pimpin Pelemahan Mata Uang di Pasar Berkembang

Jum'at, 29 November 2013 11:13:51 WIB

Monexnews -

Rupiah pimpin pelemahan dalam penurunan mata uang di pasar berkembang pada bulan ini di tengah kecemasan bahwa defisit neraca berjalan akan membuat Indonesia rentan pada keluarnya arus modal di tengah Federal Reserve bersiap untuk memangkas stimulus. Obligasi pemerintah turun ke level terendah sejak tahun 2011.

Defisit neraca berjalan setara dengan 3.8% dari GDP kuartal lalu, dari rekor tertinggi 4.4% dalam tiga bulan sebelumnya, di tunjukan dalam data pemerintah. Bank Indonesia melihat adanya selisih dari 0.25% sampai 2.5% dari GDP berjalan kata gubernur Agus Martowardojo pada tanggal 22 November. Penjualan surat utang domestik yang berdenominasi dollar oleh pemerintah terkumpul kurang dari setengah dari target yang di tetapkan pada pekan ini dan investor global menjual saham lebih dari $347 juta di bursa lokal dari pada yang mereka beli di bulan November. Penjualan bersih di bulan Juni sebesar $2.03 milyar, terbesar sejak tahun 2005.

Penurunan bulan ini pada rupiah bukan di karenakan besarnya arus keluar modal seperti yang kita lihat pada bulan Juni, yang mana itu telah menjadi keyakinan kebanyakan pelaku pasar akhir-akhir ini, namun lebih di karenakan melonjaknya permintaan dollar pada akhir bulan, kata Gundy Chayadi, seorang ekonom di DBS Group Holdings Ltd. di Singapura. Selama pandangan tetap suram, investor akan ragu untuk kembali masuk ke pasar.

Rupiah tergelincir sebesar 5.9% di bulan November, penurunan terbesar di antara 24 mata uang di pasar berkembang yang di telusuri oleh Bloomberg, menjadi 11.974 per dollar pada pukul 09.39 WIB di Jakarta, harga di ambil dari beberapa bank lokal. Rupiah melemah menjadi 12.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 2009 kemarin dan menguat sekitar 0.3% pada hari ini.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search