Rupiah Semakin Merosot Ditengah Kecemasan Pada Kebijakan Fed

Rupiah Semakin Merosot Ditengah Kecemasan Pada Kebijakan Fed

Kamis, 25 Juli 2013 11:00:27 WIB

Monexnews - Rupiah turun ke level terendah dalam empat tahun akibat meningkatnya kecemasan pada data penjualan rumah AS yang mungkin akan mendorong Federal Reserve untuk memulai pengurangan stimulus sehingga telah memacu permintaan untuk aset di emerging market.

Penjualan rumah baru di bulan Juni di negara dengan perekonomian terbesar di dunia naik ke level tertinggi dalam lima tahun, ditunjukkan dalam angka resmi pemerintah kemarin. Ketua Fed Ben Bernanke pada pekan lalu mengatakan bahwa bank sentral akan merespon data dalam menentukan apakah harus menaikan atau mengurangi pembelian obligasi. Investor asing memberli obligasi pemerintah Indonesia sebesar 2.54 triliun

rupiah ($246 juta), setelah adanya penarikan dana sebesar 19.98 triliun rupiah di bulan Juni, ditunjukkan dalam data dari Kementrian keuangan.

Rupiah merosot sebesar 0.1% menjadi 10.266 pada pukul 10 pagi di Jakarta, setelah sebelum mencapai level 10.286, level terendah sejak Juli 2009, ditunjukan pergerakan rupiah dari bank lokal. Harga spot diperdagangkan pada premi 2.5% untuk NDF satu bulan, yang turun 0.5% menjadi 10.533 perdollar, level terendah sejak Juni 2009, berdasarkan data yang disusun oleh Bloomberg.

Pasar bergantung pada data dan saat ini fokus masih pada kebijakan pengetatan dana Fed dan apa artinya untuk rupiah dari kebijakan tersebut, kata Sim Moh Siong, analis mata uang di Bank of Singapore Ltd. Faktanya adalah Bank Indonesia membiarkan rupiah untuk depresiasi untuk meringankan bebarapa tekanan pada arus keluar, namun kami mungkin akan melihat nada yang lebih hawkish.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search