Selama Irak Memanas, Valuta Asia akan Tertekan

Selama Irak Memanas, Valuta Asia akan Tertekan

Selasa, 24 Juni 2014 14:03:52 WIB

Monexnews - Kenaikan harga minyak mentah di pasar komoditi dunia diprediksi akan mendorong pelemahan mata uang sebagian mata uang Asia. Semakin lama konflik Irak berlarut, maka semakin buruk pula prospek nilai tukar valuta Rupiah, Baht, Won dan Rupee terhadap Dollar.

Harga minyak varian Brent, yang merupakan acuan harga minyak bagi sebagian negara maju, melonjak pesat dalam sepekan terakhir. Alasannya tidak lain karena memanasnya konflik antara tentara pemerintah dan kaum pemberontak di Irak. Sebagai negara eksportir terbesar ke-dua di OPEC, posisi Irak sangat menentukan arah pergerakan harga minyak dunia.

Eskalasi konflik di Timur Tengah akan berpengaruh besar terhadap nilai tukar mata uang negara-negara importir, terutama di wilayah Asia. Selama ini impor bahan bakar kerap membebani pos neraca perdagangan, dan kenaikan harga hanya akan menambah tanggungan defisit pemerintah. Menurut bank investasi ANZ, nilai tukar Rupiah, Baht Thailand, Rupee India dan Won Korea akan fluktuatif apabila harga minyak Brent naik ke atas $120 per barel. Khusus bagi Rupiah, lonjakan harga minyak sama artinya dengan kenaikan defisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan. Besarnya impor BBM dari luar negeri selama ini sudah membuat pemerintah kewalahan dalam mengelola neraca keuangannya, dan konsisten membuat Rupiah terjebak antara 11.500 dan level psikologis 12.000 per Dollar.

"Negara-negara Asia memiliki defisit BBM yang besar terhadap nilai GDP-nya masing-masing. Kenaikan nilai impor BBM akan mengancam pertumbuhan ekonomi mereka," ulas ANZ dalam laporan analisanya. Bank investasi ini memprediksi efek negatif akan benar-benar dirasakan saat minyak Brent menyentuh level $120 per barel. "Setelah kami perhitungkan, pada harga tersebut mata uang Asia akan melemah sekitar 2%," tambah ANZ. Saat ini varian Brent masih diperdagangkan pada posisi $114 per barel atau sudah naik 4.2% sepanjang 2014. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search