Singapura Biarkan Mata Uangnya Terapresiasi Seiring Hasil GDP kalahkan Estimasi

Singapura Biarkan Mata Uangnya Terapresiasi Seiring Hasil GDP kalahkan Estimasi

Senin, 14 Oktober 2013 11:29:12 WIB

Monexnews -

Bank sentral Singapura pertahankan komitmennnya untuk apresiasi mata uang setelah perekonomian Singapura menyusut kurang dari estimasi pada kuartal terakhir, mereka tidak jadi meluncurkan stimulus seiring masih kurangnya tenaga kerja dan tingginya harga rumah telah memicu inflasi.

GDP Singapura turun pada tingkat tahunan sebesar 1 persen dalam tiga bulan sampai bulan September dari kuartal sebelumnya, ketika GDP berkekspansi direvisi menjadi 16.9%, kata mentri perdagangan dalam pernyataannya hari ini. Estimasi median dalam survey Bloomberg terhadap 13 ekonom menyerukan kontraksi sebesar 4%. Bank sentral, yang menggunakan dollar negaranya untuk mengendalikan inflasi, mengatakan bahwa mereka akan pertahankan penguatan moderat dan bertahap pada mata uang mereka.

Singapura telah menolak penggunaan pelonggaran moneter sejak Oktober 2011 seiring mereka membatasi pekerja asing yang menyababkan pengetatan di pasar kerja, dan harga rumah dan mobil melonjak. Resiko inflasi dari China sampai Indonesia telah menambahkan tantangan untuk negara-negara Asia seiring mereka sedang hadapi lambatnya pertumbuhan, dengan lembaga IMF memangkas outlook global untuk tahun ini dan tahun depan dan kebuntuan kebijakan fiskal AS mengancam ekonomi dunia.

Inflasi yang sedikit lebih tinggi masih menjadi prioritas, kata Enrico Tanuwidjaja, seorang ekonom di Nomura Holdings Inc. di Singapura. Perjalanan saat ini masih cukup optimal. MAS mungkin tidak perlu mengubah kebijakan kecuali ada perubahan materi dalam pertumbuhan atau outlook inflasi seiring penyesuaian struktur dalam ekonomi yang mungkin akan berdampak pada pertumbuhan dalam jangka pendek. (fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search