Sterling Stabil Menjelang Data Krusial

Sterling Stabil Menjelang Data Krusial

Senin, 21 Oktober 2013 22:45:47 WIB

Monexnews - Sterling stabil terhadap dollar pada hari Senin, bertahan dekat level tinggi belakangan ini,d engan perdagangan cukup sepi menjelang data tenaga kerja AS di mana hasil yang buruk dapat menguatkan ekspektasi Federal Reserve akan menunda untuk memangkas stimulus moneternya. Data non-farm payrolls akan dirilis pada hari Selasa. Di Inggris, fokus akan tertuju pada data gross domestic product kuartal ketiga pada hari Jumat, yang diperkirakan untuk menunjukkan perekonomian bertumbuh dengan laju kuartalan yang kuat pada 0.8%. Hal ini akan menguatkan pound seiring memperkuat ekspektasi bahwa tingkat suku bugna Inggris kemungkinan akan naik lebih cepat dari petunjuk Bank of England menyusul sejumlah data Inggris yang solid pada beberapa pekan belakangan ini.

"Ada banyak optimisme menjelang laporan

GDP kuartal ketiga, yang dapat membuka peluang menuju area $1.63/$1.6350," ucap Nawaz Ali, analis pasar pada Western Union Business Solutions. "Ada ekspektasi bahwa the Fed akan menunggu hingga beberapa bulan untuk melihat dampak shutdown pada perekonomian, kemungkinan menunda tapering hingga 2014 yang mana bearish untuk dollar."

Ekspektasi pasar adalah dampak negative terhadap perekonomian AS dari shutdown pemerintahan selama 16 hari pada awal bulan ini akan berarti the Fed tidak akan mulai memangkas pembelian aset hingga kuartal pertama atau bahkan kuartal kedua tahun 2014. Kontras dengan itu,

sterling overnight interbank average (SONIA) menunjukkan investor optimis adanya kenaikan tingkat suku bunga dalam waktu 18 bulan, jauh lebih dulu dari petunjuk BoE pada akhir tahun 2016.

"Cable (sterling/dollar) akan mendapat tingkat permintaan yang cukup banyak pada area $1.6120/40 seiring trader memposisikan dirinya untuk data GDP kuartal ketiga Inggris yang sangat kuat pada hari Jumat nanti," menurut analis pada ING. Pejabat Bank of England Ben Broadbent mengatakan pada hari Minggu lalu bahwa bank sentral berpeluang untuk menaikkan suku bunga dari rekor rendah tanpa harus melukai konsumen kredit perumahan melalui skema pinjaman pemerintah. (xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search