Emas Melemah, Terseret Oleh Anjloknya Harga Minyak

Emas Melemah, Terseret Oleh Anjloknya Harga Minyak

Jum'at, 28 November 2014 08:59:13 WIB

Monexnews - Emas anjlok untuk hari ketiga untuk menuju penurunan mingguan pertama dalam bulan ini seiring harga minyak mentah berada di level terendah dalam empat tahun yang meningkatkan prospek untuk melemahnya harga konsumen, mengurangi permintaan untuk aset anti inflasi.

Emas pada hari ini melemah sebanyak 0.4% menjadi $1,184.13, dan di perdagangkan di kisaran $1,186.77 pada pukul 08.48 wib setelah kemarin tergelincir ke level terendah dalam sepekan di $1,185.82. Logam mulia telah anjlok sebesar 1.1% pada pekan ini, memperpanjang penurunan dari level tertinggi tiga pekan di $1,207.93 yang di capai pada tanggal 21 November, sebelum voting refrendum

emas Swiss.

Emas menuju penurunan tahunan kedua seiring Federal Reserve bergerak semakin dekat untuk naikan biaya pinjaman pada saat ketika bank sentral lainnya di seluruh dunia meningkatkan jumlah stimulusnya. Harga minyak mentah anjlok ke level terendah sejak tahun 2010 seiring OPEC yang tidak mengambil tindakan untuk mengurangi suplai yang melimpah. Swiss akan mengadakan refrendum nasional pada tanggal 30 November yang akan meminta bank sentral untuk memiliki porsi yang tetap pada aset di emas.

"Harga minyak mentah berdampak terhadap ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi global, dan itu pada akhirnya berdampak juga terhadap harga emas," kata Xia Yingying, analis di Nanhua Futures Co. di China. "Refrendum di Swiss pada emas pada akhir pekan ini kemungkinan tidak akan berikan berikan banyak dukungan seiring tampaknya itu tidak mungkin di loloskan."

Swiss akan mengadakan pemungutan suara untuk memilih ukuran yang akan mengharuskan bank sentral memiliki setidaknya 20% pada emas dari jumlah asetnya yang saat ini berjumlah 8%, yang semuanya akan di simpan di dalam negeri, dan tidak akan pernah di jual. Berdasarkan jajak pendapat pada pekan lalu menunjukkan lebih banyak pemilih yang tidak setuju atas rencana tersebut.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search