Rebound Emas Kurang Impresif

Rebound Emas Kurang Impresif

Selasa, 16 April 2013 19:03:45 WIB

Monexnews - Emas mampu rebound lebih dari 1,8% pada hari Selasa setelah sempat terperosok ke posisi terendah 2-tahun, meskipun kekhawatiran kalangan investor atas kesehatan ekonomi global masih membayangi sentimen. Pemulihan terjadi sehari setelah logam mulia ini kehilangan lebih dari 8% atau $130 per troy ounce, yang merupakan penurunan harian terbesar, seiring aksi jual yang dimulai sejak Jumat pekan lalu mereda. Saat ini emas ditawarkan pada kisaran $1.387 per troy ounce setelah sempat menyentuh posisi terendah di area $1.321 per troy ounce. "Mengingat skala aksi jual baru-baru ini, saya menilai jika rebound hari ini tidak terlalu mengesankan. Fakta bahwa pasar saham tengah stabil telah membantu, dan itu tidak mendorong likuidasi posisi lebih lanjut," kata Tim Riddell, kepala ANZ Global Markets Research.

Sedangkan analis teknikal komoditas dan energi Reuters, Wang Tao, memperkirakan harga emas akan terperosok lebih dalam hingga ke kisaran $1.245 per troy ounce. Seperti diketahui, emas berhasil menyentuh level tertinggi 11-bulan pada bulan Oktober tahun lalu setelah

Federal Reserve AS mengumumkan QE3. Langkah bank sentral AS untuk mencetak lebih banyak uang itu telah memicu kecemasan atas inflasi.

Namun kenaikan harga emas itu segera terkikis oleh rally di bursa saham, serta pembicaraan tentang potensi Fed untuk mengakhiri program pembelian aset lebih cepat dari rencana semula. Kekhawatiran bahwa negara-negara bermasalah zona

Euro lainnya akan mengikuti rencana Cyprus untuk menjual cadangan emas mereka juga turut membebani harga logam mulia.

Sementara kuatnya arus keluar dana investasi dari

ETF emas global, yang tercermin dari merosotnya kepemilikan ke level terendah dalam lebih dari 1-tahun, juga bisa menandai akhir dari fase kenaikan emas. (vid)


(vid)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search