Trading Dengan Parabolic SAR

Rabu, 06 April 2011 14:12:32 WIB

Parabolic SAR dikenal sebagai salah satu indikator harga dalam analisa teknikal. Penggunaan tools ini bertujuan untuk mengenali kecenderungan berbaliknya tren harga, sesuai dengan namanya SAR: Stop and Reverse. Alat ini diperkenalkan pertama kali oleh J. Welles Wilder Jr., dalam bukunya "New Concepts in Technical Trading Systems. Selain memiliki peranan sebagai indikator reversal, Parabolic SAR sudah secara umum digunakan sebagai alat untuk menentukan level stop loss atau exit point. Nama Parabolic SAR sendiri diambil dari tampilan indikator yang terbentuk oleh rangkaian titik-tik menyerupai parabola. Terdapat dua parameter dalam metode perhitungan Parabolic SAR. Parameter pertama disebut Step, penentu letak titik SAR terhadap harga. Semakin tinggi letak Step tersebut, maka semakin sensitif pula kinerja indikator. Sehingga intensitas fluktuasi SAR (ke atas maupun ke bawah harga) menjadi tinggi. Hal ini menghasilkan banyak kesalahan atau kegagalan yang mempersulit prediksi dan antisipasi. Parameter ke-dua adalah Maximum Step, berupa angka yang mengatur penyesuaian titik SAR terhadap pergerakan harga selanjutnya. Semakin tinggi angka yang tampak, maka semakin dekat titik SAR terhadap pergerakan harga berikutnya. Begitu pula sebaliknya, Maximum Step rendah akan menjauhkan titik SAR atau Trailing Stop dari pergerakan harga. Wilder, sang inventor, merekomendasikan nilai Step dan Maximum dibiarkan pada nilai default 0,02 dan 0,2. Penggunaan Seperti indikator lain pada umumnya, Parabolic SAR bekerja dengan baik di saat harga berada dalam kondisi uptrend atau downtrend. Sementara dalam kondisi sideway, Parabolic SAR sering kali menghasilkan sinyal yang gagal, atau secara umum dikenal dengan istilah whipsaw. Demi mengatasi permasalahan tersebut, Wilder menyarankan penggunaan Parabolic SAR dikombinasikan dengan indikator tren lain. Indikator tersebut berperan sebagai panduan yang memberi konfirmasi apakah tren yang sedang berlangsung telah memadai, baik dari sisi arah maupun kualitas. Pengguna sebaiknya benar-benar mengidentifikasi tren dengan baik, misalnya dengan memakai indikator ADX. Baru kemudian mengambil posisi menggunakan Parabolic SAR sesuai arah tren yang baru diidentifikasi. Berikut ini adalah kegunaan dan cara kerja indikator Parabolic SAR: Mengenali Tren Harga Caranya dengan mengamati pergerakan titik-titik SAR atau dot yang berada di bawah atau di atas pergerakan harga. - Tren naik terjadi ketika harga bergerak di atas SAR - Tren turun terjadi ketika harga bergerak di bawah SAR Entri dan Exit Caranya dengan mengamati pergerakan harga terhadap titik-titik SAR pada bagian atas dan bawah dalam indikator. - Beli ketika harga melewati titik SAR bagian atas - Jual ketika harga melewati titik SAR bagian bawah - Sinyal Exit atau Stop muncul ketika sinyal masuk posisi berlawanan terjadi Cara Memanggil Parabolic SAR ke dalam Grafik Anda
Untuk memanggil Parabolic SAR ke dalam grafik Anda, klik menu insert. Pilih indikator > trend > Parabolic SAR. Anda juga dapat melakukan hal yang sama dengan cara meng-klik ikon indikator pada Toolbar, kemudian pilih trenddan parabolic SAR. Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda. Selamat Mencoba!


(isw)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search