Melirik Peluang Profit GBPUSD Dalam Menghadapi Pemilu AS

Selasa, 08 November 2016 17:30:00 WIB
Yulia Safrina
Head of Gold Market Desk

Monexnews - Dampak Pemilu Amerika Serikat (AS) 2016 pada mata uang akan mendorong gejolak di pasar keuangan global, dan akan beragam jika dolar AS disandingkan dengan mata uang- mata uang lainnya. Kandidat calon presiden AS dalam pemilu kali ini menawarkan dua karakter yang memberikan pengaruh cukup signifikan bagi pasar keuangan.

Faktor Politik seperti Pemilu AS dapat menyebabkan volatilitas tinggi di pasar, seperti halnya ketika Inggris memutuskan keluar dari Blok Uni Eropa.

Kemenangan Hillary Clinton dalam polling-polling sementara terbilang masih jauh dari perkiraan, namun peluang Clinton untuk menang dari Trump masih lebih besar. Kemenangan Donald Trump akan diasumsi sebagai kondisi yang 'di luar skenario' dan mencerminkan ketidakpastian.

Selain itu, jika hasil pemilu nanti membutuhkan penghitungan ulang, maka kondisi itu akan dianggap sebagai ketidakpastian yang efeknya pada dolar diperkirakan bisa sama seperti efek kemenangan Trump.

Bagaimana Dengan Peluang Mata uang GBP? GBP atau pound juga akan menemui kerumitan dalam Pemilu AS 2016, pound bergerak sendiri karena isu Brexit lebih besar dampaknya bagi mata uang tersebut. Tetapi secara umum gerak pound mengikuti euro dan yen, yakni naik dengan keunggulan Trump dan turun dengan keunggulan Clinton. Meski demikian, ada alasan yang bagus untuk meyakini bahwa pound bisa jadi akan merosot terhadap dolar jika Trump menang karena pound bukanlah mata uang safe haven klasik sehingga geraknya lebih fleksibel. Dolar masih bisa melemah terhadap yen dan swissy jika Trump menang, tapi tidak terhadap pound. Lalu bagaimana jika Clinton yang unggul? Pound bisa juga merefleksikan risiko yang asimetris dengan pemilu: GBPUSD kemungkinan hanya akan bereaksi relatif kecil jika Clinton unggul. Dua pair mata uang tersebut dapat bereaksi positif saat minat risiko hidup, tapi dapat dengan cepat fokus kembali pada masalah-masalah domestiknya. Menurut Bank of America dalam jangka pendek dolar AS akan kembali melemah terhadap pound Inggris seiring kekhawatiran China yang akan menjual aset-aset AS. Saat ini GBPUSD bergerak di level 1.24000 dan masih berpeluang untuk menguat oleh respon positif pasar. Dengan kisaran resistance untuk minggu ini di level 1.26680/ 1.28190/ 1.30820 dan level support di 1.22550/ 1.20000/ 1.18410. Monexnews_ ( F. Prasetya Adi)


(YS)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search