Harga Minyak Mentah WTI dalam tekanan setelah Pemilu AS

Kamis, 10 November 2016 15:37:06 WIB
Dwi Aviono
Head of Gold and Oil Market Desk

Monexnews - (Dwi Aviono)

Pemilu Amerika Serikat telah Usai, akhirnya Donald Trump dari partai Republik mendapatkan suara terbanyak sehingga menjadikannya sebagai Presiden selanjutnya di Pemilu kali ini, pasar merespon beragam atas hasil ini. Secara keseluruhan jelas terlihat keterkejutan pasar dengan atas hasil yang Pemilu tersebut. Aksi safe haven mewarnai dari minat pasar untuk lebih melepaskan aset beresiko seperti Minyak Mentah untuk berspekulasi, Minyak Mentah WTI sempat turun ke level $ 43.06 per barel pada hari Rabu kemarin (8 November 2016)

Daniel Yergin, wakil ketua perusahaan analisis IHS Markit, memperkirakan kali ini para exportir minyak mendapatkan tantangan yang lebih berat dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lemah di tengah ekonomi global yang masih juga lesu, artinya tambahan tekanan dalam permintaan minyak.

Salah satu kebijakan Donald Trump ketika berkampanye adalah janjinya untuk memberikan kesempatan lebih bagi produsen ladang minyak dalam meningkatkan dan membuka produksi kembali produksi minyak mentah Amerika Serikat dengan memotong birokrasi dan pengurangan pajak. Apabila kebijakan ini berhasil dilaksanakan , maka akan mendorong pelemahan yang lebih dalam harga Minyak Mentah karena pasokan akan bertambah di tengah melimpahnya persediaan Minyak Mentah dunia saat ini.


(Dwi Aviono)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search