Suku Bunga The Fed Berpotensi Dinaikkan Pekan Depan

Rabu, 07 Desember 2016 13:42:11 WIB
Albertus CK
Senior Researcher and Analyst

Monexnews - Di Amerika Serikat, data ketenagakerjaan bulan November masih berhasil menunjukkan kondisi pengetatan pasar kerja, namun belum mampu menunjukkan akselerasi kenaikan upah. Alhasil situasi ini belum memberikan alasan tambahan bagi The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga, meski di satu sisi belum dapat juga menaikkan suku bunga lebih cepat, sehingga kebijakan fiskal masih menjadi salah satu unsure ketidakpastian bagi para pemangku kebijakan The Fed. The Fed belum bisa mengambil pertimbangan atas perubahan kebijakan fiskal sampai setidaknya mereka dapat mengetahui perubahan kebijakan fiskal tersebut memberikan dampak yang seperti apa. Situasi ini mungkin dapat lebih diketahui sekitar awal kwartal kedua tahun depan.

Data Terbaru Masih Menguatkan Prospek Kenaikan Bunga Laporan nonfarm payrolls AS bulan November lalu telah memberikan Federal Reserve alasan untuk melanjutkan proses kenaikan suku bunga pada rapat moneter pekan depan. Pasar fed funds futures bahkan terindikasi telah mendiskon 100% peluang kenaikan suku bunga, selain itu berbagai opini pejabat The Fed akhir-akhir ini cukup jelas memberikan argument atas skenario kenaikan suku bunga yang semakin meningkat sejak rapat FOMC bulan November lalu. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah perubahan data terakhir dapat merubah outlook kebijakan setelah bulan Desember nanti. Gubernur Fed Janet Yellen sempat memberikan sinyalemen bahwa membiarkan ekonomi bertekanan tinggi untuk sementara waktu bukanlah merupakan hal yang buruk, maka kejatuhan tingkat pengangguran ke siklus low baru di 4.6%, yang sebagian besar masih dipicu oleh faktor penurunan partisipasi tenagakerja, belum tentu juga mendorong The Fed menaikkan suku bunga nya lebih cepat dan agresif, kendati kebanyakan pejabat The Fed telah melihat bahwa mandate pasar tenaga kerja The Fed sudah tercapai lebih dari cukup untuk fase ini. Sehingga target yang belum tuntas saat ini adalah target inflasi yang menjadi kunci dalam membaca indikator pasar tenaga kerja AS. Yellen menilai kinerja pasar tenaga kerja merupakan saran yang penting untuk mencapai inflasi. Pertumbuhan Tenaga Kerja AS Sebenarnya Melambat Sejauh ini pertumbuhan average hourly earnings malah melambat ke 2.5% di bulan November, turun dari siklus tinggi nya di 2.8% pada bulan Oktober, sehingga rata-rata 3 6 bulan hanya berada di kisaran 2.6%. Peningkatan upah memang masih berlanjut, namun indikasi atas akselerasi pertumbuhan upah tersebut mulai pudar. Tentunya ini menjadi kunci kekhawatiran Yellen dan anggota dewan FOMC yang berpemikiran serupa dengan Yellen. Pelambatan laju pertumbuhan tenaga kerja berlanjut, namun rata-rata pertumbuhan payrolls untuk 3 bulan naik ke 176,000 sehingga masih cukup untuk mengurangi celah pada pasar tenaga kerja. Laju kenaikan tersebut, bersamaan dengan siklus low tingkat pengangguran di 4.6%, turun dari 4.9%, memiliki arti bahwa AS masih dalam jalur untuk ekonomi bertekanan tinggi. Secara ringkasnya dapat disimpulkan bahwa data terbaru masih menunjukkan pasar tenaga kerja melanjutkan kondisi pengetatan seperti yang diperkirakan dan diinginkan oleh The Fed, namun laju pengetatan tersebut hanya mampu memicu sedikit akselerasi pertumbuhan upah, sehingga tekanan pada inflasi hanya tampak moderat. Oleh sebab itu, outlook kebijakan moneter belum berubah signifikan, ketidakpastian yang lebih besar terhadap outlook Fed Rate tsebut adalah kebijakan fiskal, misalnya seberapa besar pemotongan pajak dan kapan akan diimplementasikan? Ketidakpastian tersebut mungkin akan segera terjawab. Anggota DPR Republik sendiri serta Trump memberikan sinyal bahwa mereka akan merampungkan rencana pajak dalam jangka waktu 90 hari pertama di tahun 2017. (Sap)


(Sap)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search