3 Faktor Kenaikan EURUSD Jelang NFP

Jum'at, 06 Januari 2017 13:14:41 WIB
Rizal Perwira
Head of Forex Market Desk

Monexnews - Di penghujung minggu pertama 2017 EURUSD beranjak naik ke area 1.0600 setelah menyentuh level rendah 1.0340, level rendah dalam 14 tahun terakhir. EURUSD melemah ke area di bawah level 1.05 setelah pasar memandang ekonomi AS dan inflasi akan tumbuh pesat pada pemerintahan Donald Trump.

Kurang lebih ada tiga faktor EURUSD bergerak menguat di awal minggu ini:

1. Empat kali menguji support 1.0350 Pergerakan ke level rendah 1.0340 nampaknya merupakan usaha yang keempat kalinya pasar mencoba menguji level support 1.0350 setelah di bulan Desember pasar menguji 3 kali tanpa berhasil ditembus (triple bottom). Secara teknikal, formasi uji support tiga kali, bahkan empat kali, merupakan formasi pembalikan kuat baik pembalikan tren atau sekedar korektif. Dengan demikian pasar menemukan pijakan kuat sebagai sinyal posisi masuk atau keluar. 2. Aksi ambil untung dan menunggu petunjuk baru ekonomi AS Investor memanfaatkan level support ini sebagai pijakan mengunci keuntungan dari penguatan dollar yang telah terjadi dalam 2 bulan sejak Trump terpilih menjadi presiden. Investor diberitakan cenderung berperilaku antisipatif sampai ada petunjuk baru data ekonomi AS menunjukkan konsistensi pertumbuhan. Hasil notulensi pertemuan FOMC yang mengungkap pandangan ketidakpastian kebijakan fiskal Trump memperkokoh koreksi EURUSD. Berikutnya, setelah data ADP, EURUSD meneruskan penguatan dan menyentuh level 1.0615. 3. Data fundamental area euro membaik Perkembangan data fundamental kawasan euro di minggu pertama Januari ini mengejutkan banyak pihak. Laporan Composit PMI dari Markit mengungkapkan laju pertumbuhan ekonomi area euro untuk bulan Desember adalah paling cepat sejak Mei 2011. Indeks manufaktur dan sektor jasa negara-negara utama pemegang mata uang euro hampir semua mengalami ekspansi (di atas angka 50) dan dirilis di atas prediksi ekonom. Indeks manufaktur Yunani yang berada dalam krisis pun mengalami kenaikan ke angka 49.3. Italia yang didera masalah perbankan pun ikut ekspansif di atas proyeksi ekonom. Yang tak kalah menarik, laju inflasi di bulan Desember melonjak 1,1% hampir dua kali lipat dari bulan sebelumnya di angka 0,6%. Walaupun ada ekonom berargumen kenaikan inflasi hanya sementara karena didorong kenaikan harga minyak dan energi yang bersifat volatil, nampaknya investor menemukan momentum penguatan EURUSD. Namun demikian hasil analisis Morgan Stanley mengungkap selama pelemahan dollar tidak melebihi 2% EURUSD diperkirakan masih melemah dan memberi saran jual di level sekitar 1.0650 terkait pandangan positif pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2017. (Rizal Perwira)


(Rizal)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search