Isu Politik Kembali Tekan GBPUSD

Senin, 27 Februari 2017 21:20:32 WIB
Putu Agus Pransuamitra
Head of Forex Market Desk

Monexnews - Belum juga masalah Brexit tuntas, kurs pound sterling kembali diterpa isu politik, membuat pasangan GBPUSD merosot di awal pekan (27/2). Sejak pertengahan 2014, isu politik terus memberikan tekanan bagi pound sterling yang mencapai level tertinggi enam tahun terhadap dollar ketika itu.

Adalah Skotlandia yang dikabarkan akan kembali mengadakan referendum untuk menentukan keanggotaannya di Inggris Raya. Skotlandia pernah mengadakan referendum yang sama pada bulan September 2014, dan hasilnya 55,3% warga negara tersebut memutuskan tetap bersama Inggris Raya, meski hasil polling sebelumnya menunjukkan jumlah responden yang ingin bertahan dibandingkan dengan yang ingin keluar dari Inggris Raya bersaing ketat.

Sejak referendum Skotlandia 2014, GBPUSD tidak pernah lagi pulih ke level pra-referendum dikisaran 1.6500. Bahkan seperti kita ketahui bersama, GBPUSD turun hingga ke level terendah tiga dekade setelah keputusan Brexit pada tahun lalu.

Isu Skotlandia akan kembali mengadakan referendum sebenarnya bukan hal baru, sebelumnya juga sempat berhembus ketika mayoritas warga Skotlandia tidak menyetujui Brexit pada referendum Inggris Juni 2016 lalu. Isu ini kembali muncul ke permukaan setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dikabarkan akan merestui referendum Skotlandia dengan syarat Inggris telah menyelesaikan proses Brexit.

Pimpinan pemerintahan Skotlandia yang juga ketua Partai Nasional Skotlandia, Nicola Sturgeon, diperkirakan akan mengajukan wacana referendum pada konferensi partainya 17 Maret mendatang, dan kemungkinan akan ditindaklanjuti ke parlemen Skotlandia. Jika skenario tersebut berjalan, dan parlemen Skotlandia memperkuat mandat Sturgeon untuk melakukan referendum, GBPUSD kemungkinan akan terus mengalami tekanan dalam jangka panjang, melihat proses Brexit yang diperkirakan akan rampung pada 2019.

Sebelum isu referendum Skotlandia kembali menjadi berita hangat, bank multinasional JP Morgan telah memperkirakan GBPUSD akan berada di level 1.2000 pada kuartal pertama tahun ini akibat berlarut-larutnya penbahasan rancangan undang-undang sebelum proses Brexit resmi dimulai. Ditambah dengan isu refrendum Skotlandia, tidak menutup kemungkinan GBPUSD akan turun lebih jauh.


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search