Market Movers : Data China dan Pertemuan OPEC Berpotensi Memicu Volatilitas Pasar

Market Movers : Data China dan Pertemuan OPEC Berpotensi Memicu Volatilitas Pasar

Rabu, 17 April 2019 08:18:25 WIB
Data ekonomi China seperti GDP dan produksi industri yang dirilis pukul 9:00 WIB akan menjadi perhatian pasar di awal perdagangan hari Rabu seiring pasar yang mencari petunjuk tingkat kesehatan ekonomi global dari China yang merupakan salah satu raksasa ekonomi. Perilisan data tersebut berpeluang memicu pergerakan pada harga emas, pasar ekuitas dan dollar Australia.

Selanjutnya para pelaku pasar akan menantikan data inflasi Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB untuk tingkat kesehatan ekonomi Inggris di tengah pasar yang masih mencemaskan ketidakpastian Brexit. Selain itu hasil pertemuan OPEC juga akan menjadi pusat perhatian karena pasar ingin mencari petunjuk langkah mereka selanjutnya di tengah outlook OPEC dan Rusia akan menaikan produksi.


Market Movers hari ini



Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dollar AS dan risk appetite untuk menguji level support di $1272 - $1267. Namun jika harga bergerak naik level resisten terlihat di area $1280 - $1285. Pasar menantikan data GDP China pukul 9:00 WIB dan neraca perdagangan AS pukul 19:30 WIB yang dapat memicu volatilitas pada harga emas.

Minyak

Harga minyak berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek seirin American Petroleum Institute (API) pada akhir perdagangan Selasa melaporkan penurunan cadangan minyak mentah di AS dengan menguji resisten di $64.70 - $65.20. Namun, harga berpeluang berbalik turun jika pasar dapatkan sentimen negatif seperti OPEC yang akan akhiri pembatasan produksi dan meningkatnya cadangan minyak dalam laporan Energy Information Administration pukul 21:30 WIB untuk menguji level support di $63.90 - $63.40.

EURUSD

EURUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen negatif dari pernyataan pejabata European Central Bank (ECB) yang mengatakan proyeksi bank terhadap ekonomi terlalu optimis untuk menguji level support di 1.1250 - 1.1200. Namun jika bergerak naik, level resisten berada di 1.1310. Pasar nantikan data zona euro seperti neraca berjalan pukul 15:00 WIB, inflasi konsumen pukul 16:00 WIB dab neraca perdagangan pukul 16:00 WIB untuk petunjuk tingkat kesehatan ekonomi di zona euro.

GBPUSD

Laporan yang menunjukkan buntunya negosiasi antara PM Theresa May dengan pemimpin partai oposisi berpotensi menjadi beban bagi pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3010 - 1.2960. Namun, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.3070 - 1.3120 jika data inflasi Inggris dirilis lebih baik dari estimasi pasar.

USDJPY

Data perdagangan Jepang yang masih menunjukkan defisit dan sentimen risk appetite berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 112.30 - 112.80. Namun , jika sentimen penguatan dollar kembali menggerakan pasar, USDJPY berpeluang untuk berbalik turun membidik support di 111.70 - 111.20.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek, khususnya jika data ekonomi China yang dirilis pukul 9:00 WIB hasilnya tidak sesuai ekspektasi pasar untuk menguji level support di 0.7140 - 0.7100. Namun, jika datanya optimis, AUDUSD berpeluang untuk bergerak lebih tinggi di tengah progres negosiasi dagang AS-China untuk menguji level resisten di 0.7200 - 0.7240.






Rilis data ekonomi selengkapnya dapat dilihat di Economic Calendar

(Faisyal)
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search