Market Movers: Data Inflasi Tiga Perekonomian Terbesar

Market Movers: Data Inflasi Tiga Perekonomian Terbesar

Selasa, 16 Juli 2013 10:07:01 WIB

Monexnews - Indeks dollar AS terlihat masih bergerak Flat sejak kemarin. Data penjualan ritel AS semalam yang lebih buruk dari perkiraan membuat dollar AS kembali tertekan. Event testimoni Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke yang akan berlangsung hari Rabu dan Kamis nanti juga membuat fluktuasi indeks dollar AS tidak terlalu besar karena pasar menunggu event tersebut untuk mencari kejelasan mengenai kebijakan moneter AS ke depannya.

Data GDP China dan laporan earnings AS yang bag

us kemarin, memberi support bagi penguatan indeks saham AS dan Nikkei Jepang kemarin. Nikkei dan yen akan menunggu hasil pemilu parlemen Jepang pada hari Minggu (21/7) dimana bila partai LDP pimpinan PM Shinzo Abe berhasil menguasai parlemen, maka program reformasi ekonomi Abe bisa berjalan tanpa hambatan. Dan ini bisa mendukung penguatan Nikkei dan pelemahan yen selanjutnya.

Pagi ini, notulen rapat

bank sentral Australia menguatkan nilai tukar dollar aussie. Ini disebabkan oleh pernyataan yang mengatakan bahwa kebijakan moneter yang sudah berlaku saat ini sudah memadai. Ini ditanggapi pasar bahwa bank sentral Australia atau RBA belum akan memangkas suku bunga lagi. Namun demikian, RBA masih membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga untuk mendukung perekonomian Australia karena inflasi masih dalam batas kewajaran.

Sore harinya, Inggris akan merilis data inflasi (CPI) yang diperkirakan masih di atas target inflasi 2% dengan prediksi 3% yang akan diikuti oleh surat dari bank sentral Inggris yang menjelaskan mengenai kondisi inflasi di Inggris. Tingginya angka inflasi bisa mendorong bank sentral untuk menaikan suku bunga atau mengurangi program pembelian aset. Dan ini bisa mendorong penguatan

sterling.

Zona

euro juga akan merilis data inflasinya. Data inflasi diperkirakan masih sama dengan bulan sebelumnya yaitu +1,6%. Namun data yang lebih bisa menggerakan pasar adalah data survei sentimen ekonomi Jerman dari ZEW. Data ini diperkirakan lebih baik dari sebelumnya yaitu 39,9 Vs 38,5. Bila data ZEW ini membaik, euro bisa lebih kuat.

Dan malam harinya, AS juga akan merilis data inflasi inti (CPI). Perkiraan data inflasi inti AS malam nanti adalah 0.2%. Data inflasi AS yang bagus bisa mendorong penguatan dollar AS. Selain itu, AS juga akan merilis data aliran investasi yang memperlihatkan jumlah pembelian asing terhadap surat berharga jangka panjang AS. Bila hasilnya lebih tinggi dari perkiraan, dollar bisa mendapatkan support.

(Ariston Tjendra)


(art)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search