Market Movers: Data Laju Inflasi AS Akan Perkuat Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed

Market Movers: Data Laju Inflasi AS Akan Perkuat Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed

Rabu, 12 Juni 2019 09:03:12 WIB

Di tengah masih adanya dan kuatnya ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed, rilis data inflasi AS pukul 19.30 WIB nanti akan menjadi perhatian. Dari rilis data ini diperkirakan akan menentukan apakah ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed masih kuat atau tidak. The Fed dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneternya 20 Juni mendatang.

Selain itu, Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan pidatonya pukul 15.15 WIB. Ini bisa menjadi perhatian setelah adanya laporan yang kembali menyebutkan bahwa ECB bisa saja turut ikut memangkas tingkat suku bunga. Padahal pada pengumuman kebijakan sebelumnya ECB mengatakan akan lebih mengusahakan pada kenaikan tingkat suku bunga.

Market Movers hari ini



Potensi Pergerakan

Emas
Pergerakan harga emas berpotensi dalam volatilitas tinggi setelah rilis data inflasi AS. Jika data menunjukan adanya perlambatan ekonomi yang menguatkan ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed, maka peluang penguatan menguji level 1335 sebelum mengincar 1339. Sebaliknya, potensi pelemahan jika mampu konsisten bergerak di bawah 1322, selanjutnya mengincar level 1319.

Minyak Mentah
Rilis laporan persediaan minyak di AS dari Energy Information Administration (EIA) pukul 21.30 WIB masih akan menjadi perhatian di tengah kuatnya outlook berlanjutnya pemangkasan produksi OPEC. Potensi penguatan harga minyak selama harga bergerakan di atas 51.80 mengincar resisten terdekat 53.65. Sebaliknya, jika persediaan minyak di AS masih melonjak potensi pelemahan mengincar 51.00 jika mampu tembus 51.80.

EURUSD
Selain pidato Presiden ECB Draghi jadi fokus, rilis data inflasi AS juga berpotensi menambah volatilitas pada EURUSD. Jika dollar kembali mendapat sentimen negatif dari rilis data tersebut, peluang penguatan EURUSD akan menguji 1.1355 sebelum mengincar level 1.1380. Sebaliknya, potensi pelemahan perlu menembus level 1.1300 sebelum mengincar level 1.1260.

GBPUSD
Setelah mendapat sentimen positif dari bagus data rata-rata pendapatan Inggris, rilis data inflasi AS juga berpotensi menambah volatilitas pada GBPUSD. Terutama jika data dirilis lebih buruk yang berpotensi memberi sentimen negatif pada dollar. Peluang penguatan GBPUSD perlu konsisten bergerak di atas 1.2735 sebelum mengincar level 1.2760. Jika gagal menembus 1.2735, GBPUSD berpotensi terkoreksi dengan support terdekat di 1.2670

USDJPY
Meski bergerak naik dengan terbatas, namun USDJPY masih dalam kecenderungan untuk naik dan menguji kembali level tertinggi kemarin di 108.80 selama harga bergerak konsisten di atas 108.35. Hal ini ditopang oleh sentimen risk appetite pasar setelah adanya kesepakatan dagang antara AS-Meksiko. Support terdekat di level 108.20.

AUDUSD
Bagusnya rilis data inflasi China berpotensi menjadi sentimen positif AUDUSD mengincar level 0.6985. Namun jika ternyata AUDUSD menembus konsisten ke bawah 0.6950 potensi pelemahan AUDUSD mengincar support terdekat di 0.6930.


Rilis data ekonomi selengkapnya dapat dilihat di Economic Calendar

(Dini Nurhadi Yasyi)


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search