Market Movers: Isu Sanksi Terhadap Rusia Dorong Sentimen Negatif Ke Pasar

Market Movers: Isu Sanksi Terhadap Rusia Dorong Sentimen Negatif Ke Pasar

Kamis, 27 Maret 2014 10:32:12 WIB

Monexnews - Sentimen negatif kembali mendera pasar keuangan yang dipicu oleh berita bahwa AS dan Uni Eropa akan meningkatkan sanksi terhadap Rusia karena melakukan aneksasi terhadap Crimea.

Indeks Dow Jones AS semalam melemah karena kabar ini dan mendorong pelemahan indeks saham regional Asia pagi ini. Harga minyak mentah WTI kembali mencapai level $100 per barel akibat kabar mengenai sanksi

Rusia ini padahal data stok minyak mentah AS diberitakan naik melebihi proyeksi, 6,6 juta barel vs 2,9 juta barel.

Isu penyerapan likuiditas oleh Bank Sentral China juga memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan terutama indeks saham Hang Seng. Penyerapan likuiditas bisa berujung pada menekan kredit yang bisa menurunkan ekspansi bisnis.

Pagi ini telah dirilis data Neraca Perdagangan Selandia Baru yang kembali surplus. Kali ini surplusnya sebesar 818 juta

dollar dan melebihi ekspektasi 595 juta dollar. Surplus Neraca Perdagangan ini mendukung penguatan nilai tukar dollar New Zealand (NZD).

Sore nanti akan dirilis data Penjualan Ritel Inggris yang diprediksi naik 0,5% dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 1,5%. Data yang lebih baik dari proyeksi bisa membantu penguatan pound

sterling (GBP). Sterling kemarin mendapatkan dorongan penguatan dari komentar salah satu pejabat bank sentralnya, Martin Weale, yang memperkirakan bahwa suku bunga acuan Inggris tidak akan bertahan di 0,5% karena perekonomian Inggris sudah mulai pulih.

Sementara

euro masih tertekan oleh pernyataan para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengkhawatirkan penguatan euro dan disinflasi.

Dari AS akan dirilis data penting Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan dan data GDP Final untuk kuartal ke-4. Data Klaim Tunjangan Pengangguran diperkirakan menjadi 326 ribu klaim untuk periode 1 minggu dari tanggal 16-22 Maret 2014. Ini sedikit lebih tinggi dari angka 320 ribu klaim yang tercapai minggu sebelumnya. Tapi secara keseluruhan data Klaim Tunjangan Pengangguran masih dalam tren penurunan yang positif untuk ekonomi AS.

Data GDP Final kuartal ke-4 AS diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,7%, lebih tinggi dari pengukuran sebelumnya yang 2,4%. Bila hasilnya sesuai proyeksi, tentu bisa memberikan sentimen positif bagi dollar dan indeks saham AS.

Selain data-data ekonomi, beberapa pejabat bank sentral akan memberikan pernyataan ke publik yang mungkin bisa menjadi market mover. Komite Kebijakan Keuangan Bank Sentral Inggris akan memberikan pernyataan dan merilis laporan mengenai kondisi sektor keuangan Inggris kuartalan. Sementara Presiden Federal Reserve Cabang Cleveland, Sandra Pianalto, akan berbicara di Universitas Dayton AS. Pianalto saat ini juga menjadi anggota FOMC yang memiliki hak suara.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:

http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

(Ariston Tjendra)


(art)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search