Market Movers: PMI Eropa Bisa Tahan Pelemahan Euro

Market Movers: PMI Eropa Bisa Tahan Pelemahan Euro

Kamis, 24 Juli 2014 10:30:48 WIB

Monexnews - Indeks dollar AS masih bergerak menguat pagi ini. Beberapa sentimen negatif membayangi pegerakan nilai tukar mata uang utama dunia seperti euro, poundsterling, yen Jepang dan franc Swiss. Tidak disinggungnya potensi kenaikan suku bunga pada rapat Bank Sentral Inggris menekan nilai tukar poundsterling. Sementara sanksi Eropa terhadap Rusia menekan nilai tukar euro. Potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS juga mendorong penguatan dollar AS.

Bursa saham AS masih dalam tren penguatan seiring dengan laporan earnings yang lebih bagus dari prediksi pasar. Rilis hasil earnings bisa dibaca di sini.

http://www.monexnews.com/calendar/earnings.htm. Hal ini turut memberikan sentimen positif ke bursa saham Asia pagi ini. Sentimen risk appetite di bursa saham turut menekan harga emas yang dipersepsikan sebagai aset aman. Sentimen positif juga datang dari data survei Manufaktur China oleh HSBC yang dirilis pagi ini yang hasilnya lebih bagus dari ekspektasi pasar. Aktivitas manufaktur China yang bertumbuh akan membantu perekonomian negara-negara yang punya hubungan dagang yang kuat dengan China seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, AS, kawasan Eropa, dll. Pagi tadi telah dirilis hasil keputusan rapat Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) yang menaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,50%. Namun dalam pernyataanya, RBNZ mengindikasikan adanya penghentian sementara kenaikan suku bunga. Ini yang memberikan tekanan bagi nilai tukar dollar New Zealand. Dari pasar Eropa, sore ini, akan dirilis data-data survei aktivitas manufaktur dan sektor jasa dari Jerman, Perancis, dan Zona Euro sendiri. Data-data ini akan mengindikasikan kesehatan ekonomi kawasan zona euro ini. Bila hasilnya lebih bagus dari prediksi, nilai tukar euro bisa terbantu menguat. Sementara dari Inggris akan dirilis data Penjualan Ritel yang diprediksi naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil yang sesuai atau melebihi prediksi ini mungkin mampu menahan penurunan poundsterling. Dari pasar AS, malam ini, akan dirilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan, Survei PMI Manufaktur dan data Penjualan Rumah Baru. Data soal ketenagakerjaan masih menjadi fokus pelaku pasar sehingga bila data Klaim Tunjangan Pengangguran ini dirilis di kisaran 300 ribu lagi, bisa mendorong penguatan nilai tukar dollar. Dari Bursa AS, cukup banyak laporan earnings atau penghasilan yang akan dirilis. Di antaranya dari Amazon.com, Caterpillar, Ford, Starbucks dan Visa. Hasil earnings yang dirilis pekan ini cukup positif sehingga bisa menjaga indeks saham AS di level atas. Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)


(art)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search