Market Movers: Rilis Data CPI AS Berpotensi Meningkatkan Volatilitas Pasar

Market Movers: Rilis Data CPI AS Berpotensi Meningkatkan Volatilitas Pasar

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46:47 WIB

Indeks dollar kembali terkoreksi setelah mengalami pelemahan dua hari sebelumnya. Kemarin data PPI yang dirilis sesuai estimasi dan lebih bagus dibanding sebelumnya belum mampu menopang kekuatan dollar. Pemicunya adalah sikap optimis pasar terhadap final negosiasi Brexit dengan Uni Eropa terkait hubungan dagang pasca Brexit membuat poundsterling menguat sehingga dollar terkoreksi.

Untuk selanjutnya fokus pasar akan tertuju pada rilis data consumer price index (CPI) AS pukul 19.30 WIB nanti. Sebagai indikator pertumbuhan inflasi AS, para pelaku pasar akan fokus pada outlook kenaikan suku bunga The Fed yang diproyeksikan masih akan terjadi hingga tahun 2019 mendatang. Pada tahun ini, The Fed dipastikan akan menaikkan suku bunga yang keempat dan terakhir pada bulan Desember mendatang.

Terkait kebijakan The Fed, Presiden Trump kembali mengomentari kebijakan The Fed setelah kemarin juga sempat menyampaikan hal yang sama. Bahkan Trump mengatakan, "Saya pikir Fed sudah gila". Tanda tidak setuju akan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Potensi Pergerakan

Emas
Rilis angka CPI yang diestimasikan masih bertahan di 0,2%. Jika data dirilis sesuai estimasi dan belum mampu menguatkan dollar, maka harga emas berpeluang menguat. Perlu tembus resisten 1197 dulu sebelum melanjutkan ke level 1200. Namun jika data dirilis lebih tinggi dari estimasi dan menjadi sentimen penguatan dollar, pelemahan harga emas mengincar support 1186.

Minyak Mentah
Harga minyak sudah terbebani dengan proyeksi melambatnya pertumbuhan ekonomi global dari IMF dan anjloknya bursa saham AS. Malam ini EIA kembali merilis laporan suplai minyak mingguannya. Jika data menunjukkan suplai minyak AS bertambah secara signifikan, maka harga minyak berpeluang besar lanjutkan pelemahannya mengincar level 71.20. Resisten terdekat di level 73.20 - 73.60.

EURUSD
Pukul 18.30 WIB nanti European Central Bank (ECB) akan merilis notulensi rapat kebijakan moneternya. Di tengah masih ada sentimen negatif dari Italia terkait pengajuan anggaran defisit, EURUSD berpotensi lanjutkan pelemahan jika ECB juga belum akan memberikan outlook kenaikan suku bunga. Pelemahan mengincar 1.1460 dengan resisten terdekat di 1.1570.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang lanjutkan penguatannya selama sentimen positif dari Brexit masih akan menopang pound. Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney juga dijadwalkan akan memberikan pidato pukul 12.00 WIB dan 16.00 WIB. Jika Carney menyampaikan optimisme terhadap perekonomian Inggris pasca Brexit, penguatan GBPUSD selanjutnya mengincar resisten 1.3260. Support terdekat di area 1.3160.

USDJPY
Anjloknya pasar saham AS dan Asia telah menarik minat investor terhadap aset safe haven yen. Jika sentimen ini berlanjut maka USDJPY masih berpeluang turun menguji support terdekat di 111.70 sebelum mengincar 111.40. Resisten di level 112.70.

AUDUSD
Sentimen risk aversion investor tampaknya berpotensi menekan AUDUSD untuk menguji level terendah tahun 2018 mengincar area support terdekat di 0.7030 sebelum mengincar level psikologis 0.7000. Resisten di area 0.7125.


Rilis data ekonomi selengkapnya dapat dilihat di Economic Calendar

Dini Nurhadi Yasyi


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search