Apakah Reli USDJPY Telah Berakhir?

Apakah Reli USDJPY Telah Berakhir?

Kamis, 23 Mei 2013 23:20:44 WIB

Monexnews -

Pergerakan mata uang yang terbesar hari ini tampak pada mata uang Yen Jepang, dipengaruhi oleh kemerosotan indeks saham Nikkei sebesar 7% memicu gelombang deleveraging pasar keuangan seiring kepanikan yang melanda para investor global.

Hal yang cukup menarik adalah pada pergerakan tersebut tidak ada yang melakukan aksi risk aversion dengan membeli Dollar AS, suatu mata uang yang secara umum menunjukkan kinerja positif pada situasi pengalihan resiko. Alasan utama dibalik pergerakan ini adalah reduksi posisi para investor karena selama sebulan terakhir kebanyakan investor telah menambah eksposur terhadap Dollar AS.

Akibatnya terjadi profit taking untuk mengurangi eksposur terhadap Dollar AS, namun pertanyaan sesungguhnya adalah apakah apakah pairing

USDJPY telah menyentuh titik tertingginya dan reli USDJPY dapat dianggap sudah berakhir?

Untuk menganalisa kondisi ini pertama-tama kita perlu pahami bahwa faktor yang memicu aksi sell-off pairing USDJPY yakni lonjakan yield Treasury AS sebesar 10 bps paska komentar Bernanke kemarin, sehingga memicu terjadinya gap pada yield bonds Jepang (JGB) yang akhirnya memicu sell-off Nikkei dan juga pairing USDJPY. Selain itu lemahnya indeks PMI China turut menambah sentimen negatif dan memicu risk aversion pada USDJPY.

Berdasarkan laporan kementerian Keuangan Jepang terdapat indikasi bahwa investor domestik Jepang menjadi net seller pada sejumlah foreign bonds di minggu lalu, dengan jumlah volume yang sama dengan net buy yang dilakukan pada 3 minggu sebelumnya.

Maka reversal pairing USDJPY tidak hanya sekedar bersifat teknikal, melainkan juga ditopang oleh faktor fundamental dan berpotensi meneruskan koreksi ke level psikologis 100.00 atau bahkan ke level support long term di 98.50. Bagaimanapun pelemahan USDJPY kemungkinan akan terbatas di level tersebut mengingat adanya divergensi kebijakan moneter AS dan Jepang, apalagi kenaikan yield JGB hari ini juga kemungkinan justru menambah minat

BoJ untuk semakin agresif melonggarkan moneter.

(Sap)


(Sap)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search